Garuda Belum Masuk Holding Aviasi dan Pariwisata, Ini Alasan Tim Erick Thohir
Selasa, 05 Oktober 2021 - 17:53 WIB
loading...
Kementerian BUMN membeberkan alasan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk belum masuk ke dalam Holding Aviasi dan Pariwisata. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nama maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk belum ada di dalam daftar keluarga besar Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata yang baru saja terbentuk dengan nama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero). Kementerian BUMN pun membeberkan alasannya.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, Garuda Indonesia masih fokus pada program restrukturisasi utang yang mencapai Rp70 triliun. "Mereka lagi fokus restrukturisasi," ujar Arya dalam Webinar bersama wartawan BUMN, Selasa (5/10/2021).
Baca juga: Bentuk Holding Aviasi Pariwisata, Erick Thohir Gabungkan 7 BUMN
Pemegang saham menilai, langkah penundaan bergabungnya maskapai pelat merah itu ke dalam Holding Aviasi dan Pariwisata untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi ke depannya. Pasalnya, dengan memasukan perusahaan ke dalam holding diyakini akan membebani holding itu sendiri.
Oleh karena itu, ungkap Arya, pihaknya masih menunggu proses restrukturisasi utang yang tengah dijalani Garuda Indonesia. Terkait hal ini, manajemen mengambil sejumlah langkah seperti mengembalikan sejumlah pesawat kepada para lessor atau perusahaan yang menyewakan pesawat.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, Garuda Indonesia masih fokus pada program restrukturisasi utang yang mencapai Rp70 triliun. "Mereka lagi fokus restrukturisasi," ujar Arya dalam Webinar bersama wartawan BUMN, Selasa (5/10/2021).
Baca juga: Bentuk Holding Aviasi Pariwisata, Erick Thohir Gabungkan 7 BUMN
Pemegang saham menilai, langkah penundaan bergabungnya maskapai pelat merah itu ke dalam Holding Aviasi dan Pariwisata untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi ke depannya. Pasalnya, dengan memasukan perusahaan ke dalam holding diyakini akan membebani holding itu sendiri.
Oleh karena itu, ungkap Arya, pihaknya masih menunggu proses restrukturisasi utang yang tengah dijalani Garuda Indonesia. Terkait hal ini, manajemen mengambil sejumlah langkah seperti mengembalikan sejumlah pesawat kepada para lessor atau perusahaan yang menyewakan pesawat.
Lihat Juga :