Kinerja Industri Pengolahan Turun di Triwulan III 2021

Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:36 WIB
Kinerja Industri Pengolahan Turun di Triwulan III 2021
Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) di triwulan III turun dibandingkan triwulan sebelumnya. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kinerja sektor industri pengolahan triwulan III 2021 terindikasi menurun. Hal itu tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 48,75%, lebih rendah dari 51,45% pada triwulan II 2021.

"Namun demikian, penurunan tersebut relatif tidak sedalam triwulan III 2020 yang mencapai 44,91%," ungkap Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Baca Juga: Kawasan Industri Hijau Terbesar Dibangun di Kaltara, Jokowi Sebut Peminatnya Tinggi

Dia menjelaskan, penurunan PMI-BI tersebut sejalan dengan kegiatan sektor industri pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang sedikit terkontraksi di tengah kebijakan pembatasan mobilitas pada triwulan III 2021.



Penurunan terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama Penerimaan Barang Pesanan Input, Total Karyawan, Volume Produksi dan Volume Persediaan Barang Jadi yang berada dalam fase kontraksi.

"Secara subsektor, mayoritas responden mengalami penurunan kinerja pada triwulan III 2021, dengan indeks terendah pada subsektor Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya, subsektor Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya, serta subsektor Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet," ujarnya.

Baca Juga: Kerja Sama Industri Pertahanan, Indonesia-Turki Bangun Pesawat hingga Tank

Sementara, pada triwulan IV 2021, kinerja sektor industri pengolahan diprakirakan meningkat dan berada dalam fase ekspansi. PMI-BI pada triwulan IV 2021 diprakirakan sebesar 51,17%, lebih tinggi dari capaian pada triwulan sebelumnya. Peningkatan PMI-BI didorong oleh seluruh komponen pembentuknya, terutama Volume Produksi, Volume Pesanan, dan Volume Persediaan Barang Jadi yang berada pada fase ekspansi.

"Mayoritas subsektor diprakirakan akan meningkat, dengan indeks tertinggi pada subsektor Kertas dan Barang Cetakan serta subsektor Semen dan Barang Galian Non Logam," pungkasnya.
(fai)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1870 seconds (11.252#12.26)