Inflasi Capai 0,07%, Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Harga

Rabu, 03 Juni 2020 - 09:12 WIB
loading...
Inflasi Capai 0,07%,...
Bank Indonesia terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2020 tetap rendah yang tercatat 0,07% (month to month/mtm), sedikit turun dibandingkan dengan inflasi April 2020 sebesar 0,08% (mtm).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan perkembangan inflasi Mei 2020 juga lebih rendah dibandingkan dengan pola inflasi pada periode Ramadan dan Idulfitri, yang dalam lima tahun terakhir rata-rata tercatat 0,69% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK Mei 2020 tercatat sebesar 2,19% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 2,67% (yoy).

Adapun Bank Indonesia terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Bank Indonesia terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengendalikan inflasi tetap rendah dan terkendali dalam sasarannya sebesar 3,0% ± 1% pada 2020," ujar Onny di Jakarta, Rabu (3/6/2020). (Baca : Inflasi Mei Rendah 0,07%, Ekonom: Daya Beli Kurang )

Sebagai informasi, inflasi IHK Mei 2020 yang rendah dipengaruhi inflasi inti yang melambat yakni dari 0,17% (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 0,06% (mtm).

Menurut kelompok barang, perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh deflasi komoditas bawang bombay dan gula pasir, serta meredanya inflasi emas perhiasan.

Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,65% (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi April 2020 sebesar 2,85% (yoy). Inflasi inti yang melambat tidak terlepas dari pengaruh melambatnya permintaan akibat pandemi Covid-19, konsistensinya kebijakan Bank Indonesia mengarahkan ekspektasi inflasi, rendahnya harga komoditas global, dan terjaganya stabiitas nilai tukar.

Lalu, kelompok volatile food juga kembali mencatat deflasi sebesar 0,50% (mtm), lebih dalam dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,09% (mtm).

Perkembangan ini dipengaruhi koreksi harga di beberapa komoditas seperti aneka cabai, telur ayam ras, dan bawang putih sejalan melambatnya permintaan, memadainya pasokan, dan terjaganya distribusi barang.

Sementara itu, inflasi komoditas bawang merah masih cukup tinggi didorong oleh pasokan panen bawang merah yang belum optimal. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food pada bulan ini tercatat 2,52% (yoy), jauh lebih rendah dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy).

Sedangkan, kelompok administered prices mencatat inflasi 0,67% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,14% (mtm). Inflasi ini lebih rendah dibandingkan dengan rerata inflasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada lima tahun terakhir sebesar 0,88% (mtm).

Perkembangan inflasi kelompok administered prices Mei 2020 bersumber dari peningkatan tarif angkutan udara, tarif kereta api, rokok kretek filter, dan Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT).

Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,28% (yoy), lebih tinggi dari realisasi perkembangan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,09% (yoy).
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved