Jadi Simbol Toleransi, Ini 4 Fakta Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral

Selasa, 19 Oktober 2021 - 16:49 WIB
Jadi Simbol Toleransi, Ini 4 Fakta Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral
Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Foto/Instagram @kemenpupr
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta.

"Kali ini mimin ingin menginformasikan bahwa, Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta telah selesai dikerjakan," tulis akun Instagram Kementerian PUPR @kemenpupr, Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Terowongan Masjid Istiqlal-Gereja Katedral Telan Biaya Rp37,3 Miliar, Rampung September!

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebut pembangunan Terowongan Silaturahmi ini sebagai simbol toleransi dan kebhinnekaan di Indonesia. Disebut demikian, karena merepresentasikan hubungan baik antarumat beragama, khususnya Islam dan Katolik di Tanah Air.



“Terowongan ini punya makna yang dalam, bukan hanya sekadar lambang, tapi juga memberikan inspirasi terbangunnya kerukunan antarumat,” kata Wapres Ma’ruf Amin.

Sebagai catatan, Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta telah dibangun sejak 15 Desember 2020. Terowongan yang dibangun dengan anggaran Rp37,3 miliar ini memiliki panjang tunnel 28,3 meter, tinggi 3 meter, lebar 4,1 meter dengan total luas terowongan area tunnel 136 meter persegi serta total luas shelter dan tunnel 226 meter persegi.



Dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian PUPR @kemenpupr, berikut empat fakta Terowongan Silaturahmi:

1. Terowongan ini tersambung dengan basement parkir lantai 1 di Masjid Istiqlal yang dapat menampung 500 unit mobil.

2. Dinamakan Terowongan Silaturahmi karena dapat digunakan oleh pengunjung Gereja Katedral maupun pengunjung Masjid Istiqlal Jakarta.

3. Sebelumnya, terdapat tiga alternatif dalam memasilitasi ruang parkir, salah satunya adalah jembatan penyeberangan, namun desain jembatan terlalu curam sehingga dipilih alternatif terowongan.

4. Eksteriornya menggunakan material transparan sehingga kecantikan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang merupakan bangunan cagar budaya tidak terhalang.
(ind)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1464 seconds (10.177#12.26)