Pelita Atau Citilink, Mana yang Pantas Gantikan Garuda?
Kamis, 21 Oktober 2021 - 17:30 WIB
loading...
Citilink dan Pelita Air Service digadang-gadang sebagai pengganti Garuda Indonesia jika maskapai nasional tersebut dipailitkan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Pelita Air Service (PAS) dan Citilink Indonesia digadang-gadang akan menggantikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai maskapai nasional. Opsi itu muncul bila Garuda Indonesia akhirnya dipailitkan Kementerian BUMN selaku pemegang saham.
Menanggapi pertanyaan mana yang paling siap menggantikan Garuda dari dua maskapai tersebut, pengamat penerbangan Alvin Lie menilai Citilink dalam posisi yang lebih siap. Citilink sebagai maskapai niaga berjadwal dinilai lebih siap untuk mengambil alih rute maupun pelanggan Garuda.
Baca Juga: Seberapa Besar Kemungkinan Garuda Pailit? Ini Kata Pengamat
Sementara, Pelita sebagai maskapai vharter dinilai akan menerima tantangan berat bila mendadak harus mengembangkan penerbangan niaga berjadwal menggantikan Garuda. Tantangan itu tak hanya dari sisi permodalan, namun juga kesiapan armada, sumber daya manusia (SDM) maupun organisasi.
"Akan lebih baik jika Pelita Air bertransformasi secara bertahap, daripada mengembangkan bisnis secara ekstrem," ujar Alvin saat menjawab MNC Portal Indonesia, Kamis (21/10/2021).
Menurutnya, kemungkinan pemerintah mempersiapkan Pelita Air untuk menjadi maskapai lini kedua sebagai mitra atau pelapis Citilink. Citilink, kata dia, dapat berbagi peran dengan Pelita Air untuk membangun grup usaha aviasi yang berdaya saing kuat dalam industri.
"Misalnya Citilink menjadi full service carrier dan Pelita menjadi low cost carrier. Pelita juga dapat menjadi feeder Citilink. Pengalaman dan jejaring bisnis Pak Albert Burhan (Direktur Utama Citilink) memimpin Citilink menjadi aset strategis Pelita Air dalam mengembangkan bisnisnya dan bermitra dengan Citilink," tuturnya.
Menanggapi pertanyaan mana yang paling siap menggantikan Garuda dari dua maskapai tersebut, pengamat penerbangan Alvin Lie menilai Citilink dalam posisi yang lebih siap. Citilink sebagai maskapai niaga berjadwal dinilai lebih siap untuk mengambil alih rute maupun pelanggan Garuda.
Baca Juga: Seberapa Besar Kemungkinan Garuda Pailit? Ini Kata Pengamat
Sementara, Pelita sebagai maskapai vharter dinilai akan menerima tantangan berat bila mendadak harus mengembangkan penerbangan niaga berjadwal menggantikan Garuda. Tantangan itu tak hanya dari sisi permodalan, namun juga kesiapan armada, sumber daya manusia (SDM) maupun organisasi.
"Akan lebih baik jika Pelita Air bertransformasi secara bertahap, daripada mengembangkan bisnis secara ekstrem," ujar Alvin saat menjawab MNC Portal Indonesia, Kamis (21/10/2021).
Menurutnya, kemungkinan pemerintah mempersiapkan Pelita Air untuk menjadi maskapai lini kedua sebagai mitra atau pelapis Citilink. Citilink, kata dia, dapat berbagi peran dengan Pelita Air untuk membangun grup usaha aviasi yang berdaya saing kuat dalam industri.
"Misalnya Citilink menjadi full service carrier dan Pelita menjadi low cost carrier. Pelita juga dapat menjadi feeder Citilink. Pengalaman dan jejaring bisnis Pak Albert Burhan (Direktur Utama Citilink) memimpin Citilink menjadi aset strategis Pelita Air dalam mengembangkan bisnisnya dan bermitra dengan Citilink," tuturnya.
Lihat Juga :