Mengapa Harga Tes PCR Naik Turun? Berikut Indikatornya
Kamis, 11 November 2021 - 23:19 WIB
loading...
Fluktuasi harga tes PCR dinilai wajar lantaran ada sejumlah faktor yang mempengaruhi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Fluktuasi harga tes PCR dinilai wajar lantaran ada sejumlah faktor yang mempengaruhi. Adapun sejumlah indikator yang mempengaruhi harga tes PCR diantaranya nilai tukar rupiah, ketersediaan stok global hingga jumlah permintaan.
"Manakala turun bisa jadi ada intervensi pemerintah sehingga harga bisa lebih murah bukan serta merta karena ada permainan harga. Misalkan ada, tingal di buka saja secara transparan," kata Pengamat Kebijakan Publik Emrus Sihombing, Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Kaji Tes PCR Jadi Syarat Lagi, Luhut: Pemerintah Konsisten, Penyakitnya yang Tidak
Berdasarkan laporan, harga PCR Kemenkes dan BPKP Rp900.000 di tahun 2020, lalu pada 16 Agustus 2021 Rp495.000 untuk Pulau Jawa dan Bali serta Rp525.000 untuk diluar pulau Jawa dan Bali. Terakhir pada tanggal 27 Oktober ditetapkan Rp275.000 untuk pulau Jawa dan Bali dan Rp 300.000 untuk di luar pulau Jawa dan Bali.
Menurut dia penetapan harga PCR juga sudah cukup jelas ditetapkan oleh Kemenkes dan telah diaudit oleh BPKP. "Apabila mengacu tahun lalu bahan vaksin impor masih kesulitan dicari sehingga mahal," kata dia.
"Manakala turun bisa jadi ada intervensi pemerintah sehingga harga bisa lebih murah bukan serta merta karena ada permainan harga. Misalkan ada, tingal di buka saja secara transparan," kata Pengamat Kebijakan Publik Emrus Sihombing, Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Kaji Tes PCR Jadi Syarat Lagi, Luhut: Pemerintah Konsisten, Penyakitnya yang Tidak
Berdasarkan laporan, harga PCR Kemenkes dan BPKP Rp900.000 di tahun 2020, lalu pada 16 Agustus 2021 Rp495.000 untuk Pulau Jawa dan Bali serta Rp525.000 untuk diluar pulau Jawa dan Bali. Terakhir pada tanggal 27 Oktober ditetapkan Rp275.000 untuk pulau Jawa dan Bali dan Rp 300.000 untuk di luar pulau Jawa dan Bali.
Menurut dia penetapan harga PCR juga sudah cukup jelas ditetapkan oleh Kemenkes dan telah diaudit oleh BPKP. "Apabila mengacu tahun lalu bahan vaksin impor masih kesulitan dicari sehingga mahal," kata dia.
Lihat Juga :