Menkeu Waspadai Inflasi yang Dipicu Kenaikan Harga Produsen
Rabu, 17 November 2021 - 23:48 WIB
loading...
Kenaikan harga produsen bisa menyebabkan kenaikan harga di tingkat konsumen, yang kemudian diukur menjadi inflasi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan bahwa kendati sejumlah indikator perekonomian Indonesia menunjukkan perbaikan, masih ada tantangan-tantangan yang harus diwaspadai, salah satunya soal kenaikan harga.
Menurut Menkeu, selain berfokus pada penanganan Covid-19, saat ini pemerintah juga terus memantau proses pemulihan ekonomi dan tantangan yang dihadapi.
"Sampai dengan hari ini, pemulihan ekonomi di kuartal IV diperkirakan akan meningkat cukup kuat terutama ditunjang dengan beberapa indikator seperti Indeks Kepercayaan Konsumen yang meningkat, Retail Sales Index meningkat, PMI manufaktur meningkat sesudah mengalami penurunan akibat varian Delta, juga pertumbuhan ekspor impor yang sangat tinggi, lebih dari 50%," bebernya dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Rabu (17/11/2021).
Baca juga: Sri Mulyani Kantongi Rp3,92 Triliun dari Pajak Digital
Dia menyebutkan bahwa untuk pasar keuangan, yield surat berharga sudah mengalami perbaikan dengan spread yang menurun dari US Treasury yang tadinya pada awal bulan Juli 2021 spreadnya 512 bps sekarang menurun menjadi 449 bps.
Menurut Menkeu, selain berfokus pada penanganan Covid-19, saat ini pemerintah juga terus memantau proses pemulihan ekonomi dan tantangan yang dihadapi.
"Sampai dengan hari ini, pemulihan ekonomi di kuartal IV diperkirakan akan meningkat cukup kuat terutama ditunjang dengan beberapa indikator seperti Indeks Kepercayaan Konsumen yang meningkat, Retail Sales Index meningkat, PMI manufaktur meningkat sesudah mengalami penurunan akibat varian Delta, juga pertumbuhan ekspor impor yang sangat tinggi, lebih dari 50%," bebernya dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Rabu (17/11/2021).
Baca juga: Sri Mulyani Kantongi Rp3,92 Triliun dari Pajak Digital
Dia menyebutkan bahwa untuk pasar keuangan, yield surat berharga sudah mengalami perbaikan dengan spread yang menurun dari US Treasury yang tadinya pada awal bulan Juli 2021 spreadnya 512 bps sekarang menurun menjadi 449 bps.
Lihat Juga :