Presiden Jokowi: Investasi Jangkar Pemulihan Ekonomi
Rabu, 24 November 2021 - 11:56 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya investasi sebagai jangkar pemulihan ekonomi di tengah pandemi saat ini. Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menegaskan pentingnya investasi bagi perekonomian Indonesia. Kepala Negara menyebutkan, investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai.
"Investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi. Karena APBN semua negara juga sama, berat. Defisit semua defisit. Kemarin urusan defisit ini semua negara juga mengkhawatirkan. Nanti kalau defisit ini dikembalikan lagi ke normal berarti akan terjadi shock lagi," ujar Presiden saat membuka Rakornas dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di Jakarta, Rabu (24/11/2021).
Baca Juga: Tahun Depan Target Investasi Rp1.200 Triliun, Bahlil: Ngeri-ngeri Sedap
Jokowi menuturkan, pandemi Covid-19 berdampak multisektor, baik pada sisi kesehatan ataupun ekonomi. Krisis yang diakibatkan oleh wabah ini menurutnya amat berat.
"Jadi pandemi ini betul-betul dampaknya ke mana-mana, ke semua titik ada semuanya. Bareng-bareng. Bayangkan, puluhan ribu triliun direm bareng-bareng karena ingin kembali ke defisit yang normal kembali. Ini juga menakutkan tapi belum ada kalkulasinya," tuturnya.
Dalam kondisi ini, kata dia, investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi. Sebab, jelas Jokowi, jika terlalu berfokus pada APBN, maka terkendala oleh tingginya defisit yang terjadi.
"Meskipun saya tahu Bu Menkeu ini sangat prudent, sangat hati-hati dalam mengelola APBN kita. Oleh sebab itu, yang di luar APBN ini yang harus digerakkan. Kembali lagi, investasi," jelas Jokowi.
"Investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi. Karena APBN semua negara juga sama, berat. Defisit semua defisit. Kemarin urusan defisit ini semua negara juga mengkhawatirkan. Nanti kalau defisit ini dikembalikan lagi ke normal berarti akan terjadi shock lagi," ujar Presiden saat membuka Rakornas dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di Jakarta, Rabu (24/11/2021).
Baca Juga: Tahun Depan Target Investasi Rp1.200 Triliun, Bahlil: Ngeri-ngeri Sedap
Jokowi menuturkan, pandemi Covid-19 berdampak multisektor, baik pada sisi kesehatan ataupun ekonomi. Krisis yang diakibatkan oleh wabah ini menurutnya amat berat.
"Jadi pandemi ini betul-betul dampaknya ke mana-mana, ke semua titik ada semuanya. Bareng-bareng. Bayangkan, puluhan ribu triliun direm bareng-bareng karena ingin kembali ke defisit yang normal kembali. Ini juga menakutkan tapi belum ada kalkulasinya," tuturnya.
Dalam kondisi ini, kata dia, investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi. Sebab, jelas Jokowi, jika terlalu berfokus pada APBN, maka terkendala oleh tingginya defisit yang terjadi.
"Meskipun saya tahu Bu Menkeu ini sangat prudent, sangat hati-hati dalam mengelola APBN kita. Oleh sebab itu, yang di luar APBN ini yang harus digerakkan. Kembali lagi, investasi," jelas Jokowi.
Lihat Juga :