Marwan Jafar: New Normal, Saat Tepat Lakukan Perubahan Menyeluruh

Senin, 08 Juni 2020 - 05:33 WIB
loading...
Marwan Jafar: New Normal,...
Pandemi Covid-19 yang menuntun Indonesia untuk menerapkan kebijakan New Normal, menurut Marwan Jafar sudah seharusnya menjadi momentum untuk melakukan perubahan secara menyeluruh. Foto/Wahyu Nugroho
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang menuntun Indonesia untuk menerapkan kebijakan New Normal, menurut Marwan Jafar sudah seharusnya menjadi momentum untuk melakukan perubahan secara menyeluruh. New Normal akan menjadi tatanan sosial baru bagi Indonesia untuk menjadi lebih maju lagi.

Berbagai musibah, bencana alam mapun nonalam, hingga krisis politik atau distrust antara masyarakat dengan kelompok dapat menempa sebuah bangsa menjadi maju, tercerahkan, unggul, kompetitif dan mampu bersaing secara global. Adanya pandemi Covid-19 pun merupakan momentum berharga untuk menata ulang dan melakukan perubahan.

"Dari situlah akan muncul apa yang disebut sebagai transisi menuju tatanan sosial baru atau New Social Order dalam kerangka menjadikan bangsa lebih maju, modern, kompetitif, dan beradab," ungkap Marwan Jafar di Jakarta.

Terdapat berbagai macam bidang yang harus mengalami perubahan secara menyeluruh, seperti bidang sosial, reformasi birokrasi, bidang kesehatan, bidang pangan, sumber daya energi, bidang ketenagakerjaan, transformasi ekonomi, big data negara, pengembangan bidang pendidikan.

Di samping itu, tidak kalah penting adalah pariwisata, perhotelan, restoran, bisnis entertainment dan transportasi. "Hal-hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan karena terdampak Covid-19 yang cukup memprihatinkan," kata Marwan.

Menurutnya, diperlukan strategi jitu guna mendongkrak geliat bidang tersebut, dan diperlukan orkestrasi dan komitmen yang kuat dan serius. Ini bukanlah hal yang mudah. Inilah momentum perbaikan dengan terobosan-terobosan dan gagasan-gagasan yang brilian.

"Dibutuhkan gagasan kreatif dan promosi khusus untuk melakukan recovery sektor pariwisata, perhotelan, restoran, transportasi dan bisnis entertainment sehingga di era normal baru dapat bangkit kembali," papar legislator PKB ini.

Sementara itu, pengembangan SDM bidang pendidikan perlu dilakukan lebih nyata. Pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga Perguruan Tinggi menerapkan sistem pendidikan yang adaptif, responsif-solutif terhadap kebutuhan masyarakat, tidak gonta-ganti kurikulum, dan mampu bersaing di dunia internasional.

Sedangkan dalam hal pangan, saatnya kita mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan aneka ragam potensi nabati dan hayati dengan sentuhan modernisasi agar memiliki daya ekspor, bukan impor terus-menerus. "Kita manfaatkan potensi sumber daya alam dan kekayaan pangan dalam negeri yang terhampar luas di pedesaan, di seluruh Tanah Air," ucap anggota Komisi VI FPKB DPR RI ini.

Dalam hal sumber daya energi, ujar Marwan, perlu dilakukan penguatan, baik aspek energi alam, energi terbarukan maupun infrastruktur bidang energi untuk dikelola dengan baik, sehingga negara kita tidak terlalu bergantung pada sumber energi dari pihak lain.

"Banyak ahli bidang energi dalam negeri yang bisa terus kita optimalkan, tidak terbatas pada alih teknologi namun juga kreativitas, temuan dan inovasi," kata Marwan, yang pernah menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia.

Dari segi ketenagakerjaan, menurutnya “era normal baru” juga mementum untuk menata ulang akibat banyaknya tenaga kerja mupun buruh yang terkena PHK lalu ditambah menyiapkan langkah menghadapi bonus demografi.

"Saatnya mengurangi hutang, syukur-syukur kita menghentikan hutang. Saatnya juga mengencangkan ikat pinggang dan memaksimalkan sumber daya kita sendiri," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko Airlangga Ajak...
Menko Airlangga Ajak Anak Muda Tetap Optimistis Sambut New Normal
Menko Airlangga: Pertumbuhan...
Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Penting untuk Menyerap Tenaga Kerja
RI Pengen Tiru Singapura...
RI Pengen Tiru Singapura Damai dengan Covid? Hih Serem.. Ini Risikonya!
Asuransi Tripa Gelar...
Asuransi Tripa Gelar Gerakan Sosial #BerikanKebaikan
Pandemi Bikin Perusahaan...
Pandemi Bikin Perusahaan Percepat Adopsi Teknologi Industri 4.0
Digitalisasi Bakal Mejangkau...
Digitalisasi Bakal Mejangkau 80 Juta Penduduk yang Belum Tersentuh Bank
Perajin Batik New Normal...
Perajin Batik New Normal Bogor Dibekali Pengolahan Limbah
Tim Unpak Gelar Sosialisasi...
Tim Unpak Gelar Sosialisasi Batik New Bogor melalui Game Edukasi
3 Perlengkapan Wajib...
3 Perlengkapan Wajib Driver Ojol, Nomor 2 Penting di Era New Normal
Rekomendasi
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Berita Terkini
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved