Dikawal Kemendag, 2.300 Waralaba Berlisensi Bisa Jadi Peluang Bisnis

Selasa, 07 Desember 2021 - 16:07 WIB
loading...
Dikawal Kemendag, 2.300...
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan saat berbicara di acara Indonesia Franchise Forum, Selasa (7/12/2021). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan ( Kemendag ) mengajak masyarakat untuk menangkap peluang bisnis yang ditawarkan waralaba atau franchise yang telah terdaftar. Waralaba dinilai menawarkan peluang bisnis yang baik bagi masyarakat dengan modal yang tidak terlalu besar.

"Ada banyak peluang bisnis yang bisa diwaralabakan. Saya menerima data, ada 2.300 (bisnis waralaba). Ini bisa dijadikan peluang bisnis," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan dalam acara Indonesia Franchise Forum yang disiarkan secara virtual, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Diterpa Pandemi, Bisnis Waralaba Masih Raup Omzet Rp54,4 Miliar di 2020

Untuk memastikan bahwa waralaba yang akan dipilih memiliki peluang bisnis yang baik, Oke mengimbau agar masyarakat memilih waralaba yang terdaftar di Kementerian Perdagangan (Kemendag). Pasalnya, tegas dia, Kemendag mengawal bisnis tersebut agar menguntungkan.

Oke menambahkan, untuk memastikan usaha waralaba itu menguntungkan, maka bisnis tersebut harus sudah beroperasi selama lima tahun. "Yang boleh diwaralabakan dan dilisensikan, itu minimal lima tahun. Artinya bisnis tersebut merupakan peluang usaha yang bisa diwaralabakan oleh masyarakat," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Mengubah Kekecewaan...
Mengubah Kekecewaan Pelanggan Menjadi Kerajaan Bisnis Payung Kelas Dunia
DADA Ungkap Strategi...
DADA Ungkap Strategi Bisnis Properti di Program Mini MBA Real Estate CSEL UI
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Peluncuran Buku The...
Peluncuran Buku The Man Who Said Yes, Mengubah Ketidakpastian Menjadi Kesuksesan
JETRO Jakarta dan Kementerian...
JETRO Jakarta dan Kementerian Perdagangan RI Gelar Business Matching Perusahaan Jepang–Indonesia
Rekomendasi
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved