Wall Street Kompak Ambruk, Khawatir Tersengat Omicron dan Menanti Pertemuan The Fed

Rabu, 15 Desember 2021 - 07:21 WIB
loading...
Wall Street Kompak Ambruk,...
Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kompak menurun menanti pengumunan The Fed dan khawatir Omicron. FOTO/REUTERS
A A A
JAKARTA - Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kompak menurun. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (14/12/2021) waktu setempat.

Anjloknya Wall Street disebabkan setelah data menunjukkan harga produsen meningkat lebih dari yang diharapkan pada November, seiring menjelang pengumuman potensial untuk pengurangan lebih cepat dari Federal Reserve AS minggu ini.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 119,65 poin, atau 0,34%, pada 35.531,30, S&P 500 turun 51,36 poin, atau 1,10%, pada 4.617,61, dan Nasdaq Composite turun 274,27 poin, atau 1,78%, menjadi 15.139,01. Sembilan dari 11 indeks sektor utama S&P 500 turun, dengan keuangan naik 0,5%, karena investor memperkirakan nada hawkish dari The Fed pada akhir pertemuan dua hari pada Rabu.

Baca Juga: Wall Street Anjlok, Cemas Omicron Gentayangan di AS hingga Pertemuan The Fed

Saham Beyond Meat Inc menguat 6,7% setelah Piper Sandler meningkatkan stok pembuat daging nabati menjadi netral dari kurang berat. Isu yang menurun melebihi jumlah yang maju untuk rasio 1,77 banding 1 di NYSE dan rasio 2,03 banding 1 di Nasdaq. Indeks S&P mencatat posisi 12 tertinggi baru 52-minggu dan dua terendah baru, sedangkan Nasdaq mencatat 16 tertinggi baru dan 266 terendah baru.

Varian coronavirus Omicron yang menyebar cepat juga meredam sentimen investor setelah indeks S&P 500 mencapai penutupan tertinggi sepanjang masa akhir pekan lalu. Penurunan dipimpin oleh saham teknologi megacap, dengan Meta Platforms, Microsoft Corp, Tesla Inc, Alphabet Inc dan Amazon.com Inc turun antara 1,3% dan 4,0%.

Apple Inc turun 1,6%, tetapi tetap berada di jalur untuk menjadi perusahaan senilai $3 triliun pertama di dunia berdasarkan nilai pasar. Data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan indeks harga produsen (PPI) untuk permintaan akhir dalam 12 bulan hingga November melonjak 9,6%, mencatat kenaikan terbesar sejak November 2010 dan mengikuti kenaikan 8,8% pada Oktober.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
The Fed Punya Bos Baru!...
The Fed Punya Bos Baru! Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bikin Pasar Global Ketar-ketir
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai Pertemuan The Fed, Investor Waspadai Sinyal Hawkish
Rupiah Loyo ke Rp16.798,...
Rupiah Loyo ke Rp16.798, Imbas Trump Dukung Kevin Warsh jadi Bos The Fed
Fed Tahan Suku Bunga,...
Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Kembali Turun di Bawah USD90.000
Dunia Gonjang-ganjing,...
Dunia Gonjang-ganjing, Rupiah Diramal Tembus Rp17.100 Pekan Depan
Profil Lisa Cook, Gubernur...
Profil Lisa Cook, Gubernur The Fed yang Tuntut Donald Trump karena Dipecat dari Jabatannya
Inflasi Kembali Mengancam,...
Inflasi Kembali Mengancam, The Fed Urung Turunkan Suku Bunga?
Kemenkes Sebut Covid-19...
Kemenkes Sebut Covid-19 Varian JN.1 Tidak Ganas
Rekomendasi
Ruben Onsu Buka Peluang...
Ruben Onsu Buka Peluang Mediasi dengan Sarwendah di Luar Pengadilan, Demi Anak
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved