Sulsel Optimistis Ekspor Meningkat Tiga Kali Lipat di Tahun 2022

Minggu, 02 Januari 2022 - 15:10 WIB
loading...
Sulsel Optimistis Ekspor...
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk melepas ekspor hasil pertanian pada acara Gebyar Ekspor, Akhir tahun 2021 lalu. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman optimistis bisa mewujudkan ekspor pertanian tiga kali lipat di 2022 nanti. Menyusul naiknya pertumbuhan ekspor tahun 2021 lalu.

Sebagai penutup akhir tahun misalnya, Sulsel mengekspor komoditas pertanian senilai Rp32,303 miliar. Ekspor ini dilakukan serentak di 34 provinsi di seluruh Indonesia melalui Gebyar Ekspor yang dilaksanakan Kementerian Pertanian, Jumat (31/12/2021) lalu.

“Sampai Oktober 2021 kenaikan ekspor kami sudah 14 persen. Sudah mencapai Rp16,19 triliun dari pada 2020. Ini tentu tidak lepas dari Bapak Menteri yang selalu menggerakkan seluruh kepala balai dan seluruh stakeholder di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Baca Juga: Industri Terus Tumbuh, Menperin Dorong Perluasan Eskpor

Komoditas pertanian yang diekspor tersebut terdiri dari kacang mede, kopi instan, cengkeh, kopi biji, minyak kulit mete, dan ampas sawit.

“Inilah suatu kebanggaan bagi kami karena Sulawesi Selatan termasuk peringkat dua untuk ekspor pertanian . Sedikit lagi sudah kejar-kejaran dengan pertambangan,” kata Sudirman.

Sudirman menambahkan, saat ini neraca perdagangan di Sulawesi Selatan juga sudah mencapai 7,9 persen. Hal itu turut diiringi pertumbuhan ekonomi yang sempat terkontraksi 0,70 persen dan naik menjadi 4,8 persen.

“Harapan kami tentu ekspor-ekspor ini dapat meningkatkan neraca perdagangan kami dan dapat meningkatkan pertmubuhan ekonomi yang positif,” ucapnya.

“Dengan tagline tiga kali lebih ekspor lebih kuat maka itu akan memacu, dan inilah kunci sebenarnya dalam percepatan pemulihan ekonomi,” imbuh Sudirman.

Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Sulselbar, Arief R Pabettingi pun mengapresiasi upaya pemerintah dalam memasifkan ekspor pertanian. Melalui gebyar ekspor yang dilakukan serentak ini, ia berharap bisa menjadi pemicu tahun berikutnya.

“Kami sebagai pelaku usaha sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Kementan dengan membombastis volume pengiriman yang sangat luar biasa,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan, baru kali ini melakukan ekspor langsung kapal curah ke luar negeri. Arief menyebut ada dua kapal yang kini tidak lagi transit di Surabaya, tetapi langsung ke lokasi tujuan di Pilipina.

Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Kementan Jamin Stok Beras Aman

“Yang terbanyak itu kulit kepala, rumput laut, dan biji mente. Ini produk andalan pertanian di sulawesi selatan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, ekspor pertanian Indonesia kian dimasifkan. Kementerian Pertanian (Kementan) membuktikannya melalui ekspor pertanian senilai Rp14,4 triliun ke 124 negara, Jumat (31/12/2021).

Kementan menutup tahun 2021 dengan menggelar Gebyar Ekspor Pertanian dari 34 provinsi. Secara keseluruhan produk pertanian yang diekspor mencapai 1,3 juta ton.

Kegiatan yang mengangkat tema "Ekspor Tangguh, Indonesia Tumbuh" ini dihadiri langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk melepas ekspor sekaligus patroli laut gabung di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.

"Menutup akhir tahun 2021 ini kita melakukan giat ekspor serentak dari 34 provinsi pintu ekspor secara live sebanyak 1,3 juta ton senilai Rp 14,4 triliun ke 124 negara tujuan ekspor. Ini membuktikan tidak ada daerah yang tidak melakukan ekspor. Tahun depan wujudkan kita ekspor 3 kali lipat dari ini," kata SYL.

Dia menegaskan sektor pertanian dalam dua tahun terakhir ini yakni pada masa pandemi Covid-19 menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, berdasarkan data BPS, hanya PDB di sektor pertanian yang pertumbuhanya tumbuh positif pada triwulan II 2020 yakni 16,4 persen. Sektor lainnya mengalami kontraksi.

"Kemudian nilai ekspor pertanian Januari-Desember 2021 sebesar Rp451,77 triliun naik 15,79 persen dibanding 2019 yang hanya Rp390,19 triliun," ungkapnya.

"Kinerja sektor pertanian pun ditunjukan tidak ada impor beras dalam 2 tahun terakhir ini. Dan kita tahun ini punya surplus beras 9 juta ton. Oleh karena itu, untuk memperkuat sektor pertanian ke depannya kami butuh pengawalan dari kepolisian," imbuh SYL.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atas capaian prestasi Kementan di bawah kepemimpinan Mentan SYL yang mampu menjadi sektor pertanian sebagai penyelamat pertumbuhan ekonomi nasional di masa sulit yakni pandemi covid 19 hingga saat ini.

Baca Juga: BBKP Makassar Perkuat Sinergi Pengawasan di Sinjai



Terbukti, kata dia, menutup tahun 2021 dapat melakukan gebyar ekspor dengan nilai ekspor Rp14,4 triliun sehingga ini menjadi kinerja yang benar-benar terlihat dan tidak mudah untuk diwujudkan kalau tidak dengan kerja keras.

"Apalagi ini dicapai di masa pandemi covid 19, dunia mengalami kesulitan dan prrtumbuhan ekonomu di semua sektor mengalami kontraksi. Namun Kementerian Pertanian justru melakukan memberikan pertumbuhan yang luar biasa dibuktikan dengan surplus nilai ekspornya," ujarnya.

Sigit pun menegaskan Mentan SYL tak hanya berhasil meningkatkan nilai ekspor, namun juga mampu membuat surplus produksi beras sehingga terdapat stok beras hingga saat ini sebesar 9 juta ton. Menurutnya, ini tentunya prestasi yang luar biasa sebab dibuktikan oleh kepolisian di lapangan dengan melakukan pengecekan stok pangan setiap 3 bulan.

"Kami dari kepolisian siap bersinergi melakukan pengawalan untuk memperkuat stok pangan nasional. Dan tadi Pak Menteri sampaikan di tahun 2022 merencakaan ekspor beras, jika ini terjadi tentunya memecahkan rekor. Adanya stok beras 9 juta tentu membuat negara ini tenang dan tidak perlu impor," tegasnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Rekomendasi
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
Berita Terkini
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved