Jokowi Resmi Luncurkan Injourney, Erick Thohir: Fokus Bangun Pariwisata Domestik

Kamis, 13 Januari 2022 - 20:03 WIB
loading...
Jokowi Resmi Luncurkan...
Peluncuran InJourney Holding Pariwisata dan Pendukung di Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis, 13 Januari 2022. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini resmi meluncurkan Injourney sebagai Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya. Peluncuran Injourney dilakukan di Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jokowi menyatakan, pembentukan holding tersebut akan menjadi titik balik untuk melakukan transformasi ekosistem pariwisata yang lebih baik.

“Kita harus memanfaatkan ini sebagai titik balik untuk melakukan sebuah lompatan, momentum untuk melakukan penataan, momentum untuk melakukan transformasi, membangun sebuah ekosistem yang lebih kuat dan tangguh,” kata Jokowi, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Erick Thohir: Holding BUMN Pariwisata Akan Optimalkan Potensi Indonesia

Dengan adanya holding tersebut, Kepala Negara meyakini pengelolaan pariwisata Indonesia akan dapat dilakukan lebih efisien dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Mulai penataan rute penerbangan, konten promosi, event, atraksi, kuliner, akomodasi, sampai ke penjualan ritel-ritel suvenir dari para pengrajin kita yang tentu saja juga sudah terseleksi dengan baik,” urainya.

Presiden mengatakan bahwa penataan dan konsolidasi BUMN pariwisata merupakan salah satu hal penting. Menurut dia, BUMN dalam sektor tersebut memiliki banyak anak perusahaan yang seharusnya dapat terintegrasi satu sama lain.

"Kalau ini nanti kita konsolidasikan dan holding, ini akan menjadi sebuah kekuatan besar. Karena kecil, kecil, kecil, tadi berjalan sendiri tidak terintegrasi, tidak terhubung satu sama yang lain karena memang sudah jalan sendiri-sendiri,” tukas Jokowi.

Baca juga: Jokowi Ingin Gelaran MotoGP Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, Injourney akan fokus pada pembangunan pariwisata domestik yang potensial yang saat ini belum terintegrasi.

"Kami tentu Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya tidak lain, kita ingin memokuskan bagaimana kesempatan kita untuk membangun dan menciptakan potensi pariwisata domestik yang potensial yang saat ini masih sangat besar tetapi kurang terintegrasi," kata Erick.

Menurut dia, holding juga akan membangun ekosistem ekonomi. Ekosistem ini akan merangkul seluruh stakeholder seperti pemerintah pusat, daerah, swasta, pengusaha hingga UMKM. Dengan demikian, akan membuka kesempatan bagi semua pihak untuk terlibat dalam pembangunan ekosistem di Tanah Air.

"Kita juga memikirkan bagaimana ekosistem BUMN tidak hanya dimiliki oleh BUMN, justru kita membuka selebar-lebarnya. Karena membangun ekosistem itu adalah tentang kita menggabungkan stakeholder menjadi kekuatan sendiri buat ekosistem yang namanya ekosistem Indonesia," tuturnya.



Mantan bos Inter Milan itu pun meminta semua pihak bersama dan bergotong royong dalam pembangunan ekosistem Indonesia. Ekosistem ini, menurut dia, sebagai jalan untuk membuka pasar bangsa dan melibatkan generasi muda di dalamnya untuk berperan aktif.

"Negara lain punya ekosistemnya sendiri, sedangkan kita masih sedikit-sedikit ke luar negeri. Kesehatan, pendidikan, bahkan jalan-jalan ke luar negeri. Bukan kita anti asing, tapi bagaimana kita mem-balance market besar ini untuk kepentingan job creation dan pembukaan new business buat new generation," tandasnya.

Dia menyontohkan, Kementerian BUMN dapat bekerja sama dengan platform media generasi muda yang merupakan pihak swasta untuk ikut membangun ekosistem pariwisata. Kolaborasi bersama platform media generasi muda bertujuan untuk menggaet pasar anak-anak muda Indonesia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Perkuat Rantai Ekonomi...
Perkuat Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Libur Lebaran, Serambi...
Libur Lebaran, Serambi MyPertamina Hadir di 19 Titik Jalur Wisata
KPIG Kebut Pengembangan...
KPIG Kebut Pengembangan Lido City, Proyek Pariwisata Terpadu Siap Jadi Mesin Pertumbuhan
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Rekomendasi
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved