Erick Thohir Dorong Travel Plan Indonesia Melalui InJourney

Jum'at, 14 Januari 2022 - 16:51 WIB
loading...
Erick Thohir Dorong Travel Plan Indonesia Melalui InJourney
Persemian Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung oleh Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri di Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (13/1/2022). Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kehadiran Holding BUMN Pariwisata dan pendamping Indonesia Journey (InJourney) diyakini akan mendorong terciptanya travel plan untuk menggairahkan kembali potensi pariwisata Indonesia. Dengan demikian, kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara akan meningkat dan menggerakkan roda ekonomi.

"Negara lain sudah punya travel plan, kalau kita belum membentuk ekosistem ini," tutur Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Jokowi Minta Holding BUMN Pariwisata Lebih Gesit dan Profesional

Erick bersama stakeholder terkait akan bersinergi untuk mewujudkan travel plan dan bersamaan dengan terbentuknya mega-ekosistem. Langkah ini diambil demi menggairahkan kembali geliat pariwisata Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19.

"Covid-19 sangat berdampak terhadap industri pariwisata kita. Wisatawan internasional yang datang ke Indonesia pada 2019 sekitar 16 juta, saat Covid-19 turun sampai 75% sehingga angkanya 4 juta sekarang," ujarnya.





Erick juga menjelaskan, InJourney menjadi holding BUMN pertama yang bersifat ekosistem multisektor dan merupakan ekosistem pariwisata terlengkap dan terbesar di Asia Tenggara. "Ini kesempatan membangkitkan pariwisata lokal dengan tetap menjaga mancanegaranya," ujar dia.

Baca Juga: Profil Deonijiu de Fatima, Perwira Polisi Berjuluk Matahari dari Timor dan Komandan Sakunar

InJourney merupakan sebuah mega-ekosistem yang di dalamnya terintegrasi dan terkonsolidasi dari hulu hingga ke hilir. InJourney secara otomatis membuat ekosistem-ekosistem di BUMN lainnya saling terhubung dan mendukung. Adapun perusahaan pelat merah yang tergabung dalam holding ini antara lain PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).

Total aset Holding BUMN Pariwisata ditaksir mencapai Rp261,2 triliun di tahun 2024, dengan potensi 17 juta wisatawan asing dan 330 juta wisatawan domestik. Hal ini diharapkan menjadi lokomotif kebangkitan pariwisata Indonesia.
(fai)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2836 seconds (11.252#12.26)