Pusing Digoyang Harga Minyak Goreng, Mendag Lutfi Curhat: Tobatlah
Senin, 31 Januari 2022 - 20:50 WIB
loading...
Mendag Muhammad Lutfi mengaku pusing mengatasi persoalan bahan pangan terutama minyak goreng belakangan ini. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
A
A
A
JAKARTA - Melambungnya harga minyak goreng sejak akhir tahun lalu yang kini berujung kelangkaan memicu polemik. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pun mengaku pusing mengatasi persoalan bahan pangan yang terjadi belakangan ini.
Sebagai contoh, harga cabai rawit merah di akhir tahun lalu sempat meroket hingga tembus di atas Rp100.000 per kg. Nyaris bersamaan, harga minyak goreng juga merangkak naik sejak Oktober 2021 hingga menyentuh Rp20.000 per liter jelang tutup tahun.
Memasuki 2022, langkah pemerintah menggulirkan minyak goreng satu harga yang dibanderol Rp14.000 per liter ternyata juga tidak menyelesaikan masalah, justru menimbulkan masalah baru yakni kelangkaan yang dipicu keterbatasan pasokan minyak goreng bersubsidi itu.
Baca juga: Kisruh Minyak Goreng, Mendag Ancam Beri Sanksi Tegas Bagi Pengusaha Nakal
Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI hari ini, Mendag pun meminta dukungan wakil rakyat untuk sama-sama mencari solusi.
"Jadi tidak ada ini masalah pencitraan, dan saya tidak ingin menjadi apa-apa, saya jadi menteri merdagangan saja sudah pusing, ini maksudnya tobat lah, pokoknya kita harus bereskan masalah ini sama-sama," ujarnya, Senin (31/1/2022).
Sebagai contoh, harga cabai rawit merah di akhir tahun lalu sempat meroket hingga tembus di atas Rp100.000 per kg. Nyaris bersamaan, harga minyak goreng juga merangkak naik sejak Oktober 2021 hingga menyentuh Rp20.000 per liter jelang tutup tahun.
Memasuki 2022, langkah pemerintah menggulirkan minyak goreng satu harga yang dibanderol Rp14.000 per liter ternyata juga tidak menyelesaikan masalah, justru menimbulkan masalah baru yakni kelangkaan yang dipicu keterbatasan pasokan minyak goreng bersubsidi itu.
Baca juga: Kisruh Minyak Goreng, Mendag Ancam Beri Sanksi Tegas Bagi Pengusaha Nakal
Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI hari ini, Mendag pun meminta dukungan wakil rakyat untuk sama-sama mencari solusi.
"Jadi tidak ada ini masalah pencitraan, dan saya tidak ingin menjadi apa-apa, saya jadi menteri merdagangan saja sudah pusing, ini maksudnya tobat lah, pokoknya kita harus bereskan masalah ini sama-sama," ujarnya, Senin (31/1/2022).
Lihat Juga :