Wakil Ketua DPR Minta Kemendag Stabilkan Harga Kedelai

Selasa, 15 Februari 2022 - 09:14 WIB
loading...
Wakil Ketua DPR Minta...
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel meminta Kemendag mampu menstabilkan harga kedelai. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) menstabilkan harga kacang kedelai untuk memberi ketenangan kepada masyarakat maupun perajin tahu dan tempe. Hal itu disampaikannya terkait meroketnya harga kedelai belakangan ini.

"Tugas Kementerian Perdagangan memang seperti itu. Tak bisa membiarkan masyarakat bertarung sendiri," katanya di Jakarta, Senin (14/2/2022).

Harga kacang kedelai meningkat akibat fluktuasi harga internasional, khususnya di Amerika Serikat, salah satu produsen terbesar kacang kedelai di dunia selain Brasil, Argentina, dan China. Harga kacang kedelai di tingkat konsumen yang masih sekitar Rp8.500 per kilogram (kg) di 2020 pada 2021 naik menjadi Rp9.500-10.000 per kg.

Baca Juga: Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu di Maros Kurangi Produksi

Namun, kenaikan terus terjadi hingga kini harga kacang kedelai sudah berada di atas Rp11.000 per kg. Akibat kenaikan harga kacang kedelai secara terus menerus tersebut, jumlah perajin tahu dan tempe terus berkurang, khususnya perajin yang kecil. Padahal pemerintah sudah tidak mengenakan bea masuk terhadap komoditas kacang kedelai.

Gobel mengatakan, tahu dan tempe merupakan makanan rakyat dan digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, katanya, usaha tahu dan tempe juga merupakan sektor yang bisa dimasuki oleh masyarakat bawah dengan mudah. Karena itu, katanya, fluktuasi harga dan kenaikan harga kacang kedelai bisa mengganggu lapangan kerja dan lapangan usaha.

"Di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, semua pihak, khususnya pemerintah untuk bekerja lebih sungguh-sungguh agar kemiskinan tak terus naik," katanya.

Lebih lanjut Gobel menyatakan, masalah kacang kedelai ini harus dicarikan solusi yang lebih permanen. Hal itu, katanya, membutuhkan kerja sama semua pihak, khususnya Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Saat ini, sekitar 80% kebutuhan kacang kedelai berasal dari impor.

Baca Juga: Perajin Tahu Tempe Merintih, Minta Tolong Harga Kedelai Dibuat Stabil

"Karena itu, Kemendag harus bisa mengatur stok agar tak mudah diterjang fluktuasi harga internasional maupun oleh situasi perdagangan internasional," tandasnya.

Kemendag juga diminta agar bisa mengatur stabilitas harga di dalam negeri. Pada sisi lain, katanya, walaupun tanaman ini merupakan tanaman subtropis, namun tanaman ini masih bisa berkembang dengan baik di Indonesia.

"Jadi harus ada koordinasi agar keran impor diatur dengan kemampuan Kementerian Pertanian dalam menyediakan kacang kedelai dari petani. Jangan sampai pasar kebanjiran produk impor yang kemudian bikin kapok petani untuk menanam kedelai," ujarnya.

Gobel juga menekankan agar Kementerian Pertanian memiliki program yang sistematis agar ke depan Indonesia bisa berswasembada kacang kedelai. Indonesia yang sudah menjadi eksportir edamame menurutnya membuktikan bahwa tanah di negeri ini bisa untuk membudidayakan tanaman kedelai. "Manfaatkan teknologi dan kuatkan riset," tegasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
BPS dan Kemendag Perkuat...
BPS dan Kemendag Perkuat Sinergi Penyediaan Data Harga Bahan Pokok
Rachmat Gobel Pimpin...
Rachmat Gobel Pimpin Indonesia–Japan Executive Dialogue 2025: Perkuat Peluang Investasi
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Harga Kedelai Naik Imbas...
Harga Kedelai Naik Imbas Konflik Timur Tengah
Raker Komisi VI DPR,...
Raker Komisi VI DPR, Pemerintah Bahas Pemanggilan Importir Kedelai
Rekomendasi
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berita Terkini
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved