Pengumuman Bunda, Perajin Tempe Bakal Mogok Produksi Mulai Minggu Depan

Selasa, 15 Februari 2022 - 16:24 WIB
loading...
Pengumuman Bunda, Perajin...
Akibatnya tingginya harga kedelai impor yang meresahkan, jutaan perajin tahu tempe akan melakukan aksi mogok produksi pada minggu depan. Namun tidak semua wilayah, catat tanggal dan lokasinya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Akibatnya tingginya harga kedelai impor yang meresahkan, jutaan perajin tahu tempe akan melakukan aksi mogok produksi pada minggu depan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) Aip Syarifuddin.

"Iya para perajin akan mogok produksi minggu depan. Mulai tanggal 21-23 Februari 2022," kata Aip saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (15/2/2022).

Baca Juga: Pengrajin Tahu Tempe Ungkap Kedelai Lokal Bikin Semua Pihak Sejahtera

Aip menuturkan, mogok produksi ini tidak dilakukan secara nasional melainkan hanya beberapa wilayah saja. "Nggak nasional mogoknya. Cuma beberapa wilayah aja. Seperti di DKI Jakarta, Jabodetabek, Jawa Barat," sebutnya.

Aip menguraikan, pada aksi mogok produksi ini akan melibatkan jutaan perajin. Hal ini disebabkan para perajin rumahan terbebani dengan harga kedelai impor yang melonjak di pasar global. Dalam sehari, perajin membutuhkan 20kg kedelai. Namun, karena mahalnya harga bahan baku tersebut, jumlah kedelai yang dibeli menurun hingga akhirnya mogok produksi.

"Perajin rumahan itu sehari beli kedelai itu 20kg. Untuk modal dagang biasanya beli Rp 9.000-10.000/kg. Anggaplah kalau mereka beli di harga Rp 10.000/kg, kemudian dijual dibikin tahu tempe mereka dapat Rp 250.000. Yang Rp 50.000 nya dipakai makan, Rp 200.000-nya buat beli kedelai lagi buat besok. Ternyata, besoknya harga kedelai naik. Nggak cukup uang Rp 200.000 itu untuk esok harinya. Karena kedelai naik itu," urai Aip.

Adapun mogok produksi ini sebenarnya tidak diharapkan oleh Gakoptindo, mengingat Kementerian Perdagangan sudah berupaya menaikan harga tahu tempe di pasaran. Namun, tetap saja, Aip bilang, aksi ini tetap berjalan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Kisah Sukses Seorang...
Kisah Sukses Seorang Karyawan Swasta Banting Setir Jadi Perajin Tahu
Harga Kedelai Global...
Harga Kedelai Global Melonjak 3 Kali Lipat, Mentan: Kalau Tidak Tanam Mau Makan Apa?
Keripik Tempe Kramat...
Keripik Tempe Kramat Pela, Punya 4 Varian Rasa dan Banjir Pesanan Jelang Lebaran
Bapanas Akan Panggil...
Bapanas Akan Panggil Stakeholder untuk Turunkan Harga Kedelai
Tahun Politik, Dirut...
Tahun Politik, Dirut Bulog Wanti-wanti Perajin Tahu Tempe Jangan Dipolitisasi
Harga Kedelai Naik Imbas...
Harga Kedelai Naik Imbas Konflik Timur Tengah
Raker Komisi VI DPR,...
Raker Komisi VI DPR, Pemerintah Bahas Pemanggilan Importir Kedelai
Konsumsi 220 Ribu Ton...
Konsumsi 220 Ribu Ton per Bulan, Stok Kedelai Aman Jelang Ramadan 2026
Rekomendasi
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Berita Terkini
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved