Kolaborasi Dorong Pengembangan Ekosistem OMAI di Sulsel
Kamis, 24 Februari 2022 - 22:31 WIB
loading...
A
A
A
Komitmen itu juga tercermin dari partisipasi Dexa Medica dalam gelaran Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata Indonesia (BBIBWI) Sulsel 2022 yang berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Kamis (24/2/2022).
Kegiatan itu dihadiri oleh Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Anggota Komisi XI DPR RI Amir Uskara, dan lain-lain.
"Dexa Group berpartisipasi di acara Bangga Buatan Indonesia ini karena penting sekali untuk meningkatkan kerja sama industri farmasi dengan UMKM, tidak hanya di Sulsel tapi seluruh Indonesia. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan UMKM. Lalu membuat kemandirian obat nasional," ungkap Pandji.
Dia melanjutkan, obat herbal dan OMAI juga bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan obat dalam negeri sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap obat kimia yang 90 persen bahan bakunya diimpor.
Pandji berharap, pemerintah bisa melirik penggunaan obat herbal pada pengobatan formal, misalnya dimasukkan dalam fasilitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bisa diresepkan oleh dokter kepada pasien.
"Kalau masuk ke JKN, maka otomatis akan terjadi ekosistem baru, di mana kami dari industri farmasi akan bekerja sama dengan UMKM dan perbankan dalam melakukan investasi untuk bahan baku," jelas Pandji.
Kegiatan itu dihadiri oleh Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Anggota Komisi XI DPR RI Amir Uskara, dan lain-lain.
"Dexa Group berpartisipasi di acara Bangga Buatan Indonesia ini karena penting sekali untuk meningkatkan kerja sama industri farmasi dengan UMKM, tidak hanya di Sulsel tapi seluruh Indonesia. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan UMKM. Lalu membuat kemandirian obat nasional," ungkap Pandji.
Dia melanjutkan, obat herbal dan OMAI juga bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan obat dalam negeri sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap obat kimia yang 90 persen bahan bakunya diimpor.
Pandji berharap, pemerintah bisa melirik penggunaan obat herbal pada pengobatan formal, misalnya dimasukkan dalam fasilitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bisa diresepkan oleh dokter kepada pasien.
"Kalau masuk ke JKN, maka otomatis akan terjadi ekosistem baru, di mana kami dari industri farmasi akan bekerja sama dengan UMKM dan perbankan dalam melakukan investasi untuk bahan baku," jelas Pandji.
Lihat Juga :