Menko Luhut Dukung Obat Modern Asli Indonesia Dimasukkan ke dalam Program JKN
Kamis, 24 Februari 2022 - 21:27 WIB
loading...
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (tiga kanan) di acara Bangga Buatan Indonesia & Bangga Wisata Indonesia (BBI & BWI) di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/2/2022).
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) berbahan baku alam Indonesia perlu dimasukkan ke dalam formularium nasional sehingga bisa digunakan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). OMAI dengan status fitofarmaka harus diberikan kesempatan masuk dalam Sistem JKN.
Dalam keterangan tertulisnya, Menko Luhut menilai dengan dimasukkannya OMAI ke dalam Program JKN merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada produsen farmasi nasional. Pasalnya produsen farmasi nasional ini memiliki semangat untuk meneliti, mengembangkan dan memproduksi obat-obatan dalam negeri yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
(Baca juga:Polemik Jaminan Kesehatan Nasional dan Sejumlah Permasalahannya)
“Dukungan ini diperlukan agar kemandirian farmasi nasional dapat segera diwujudkan,” kata Luhut di acara Bangga Buatan Indonesia & Bangga Wisata Indonesia (BBI & BWI) di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/2/2022).
Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo RM Manuhutu menambahkan, pengembangan obat-obatan dari bahan baku alam Indonesia sangat berperan memaksimalkan pemanfaatan potensi alam Indonesia yang beragam jenis dan banyak jumlahnya.
Dalam keterangan tertulisnya, Menko Luhut menilai dengan dimasukkannya OMAI ke dalam Program JKN merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada produsen farmasi nasional. Pasalnya produsen farmasi nasional ini memiliki semangat untuk meneliti, mengembangkan dan memproduksi obat-obatan dalam negeri yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
(Baca juga:Polemik Jaminan Kesehatan Nasional dan Sejumlah Permasalahannya)
“Dukungan ini diperlukan agar kemandirian farmasi nasional dapat segera diwujudkan,” kata Luhut di acara Bangga Buatan Indonesia & Bangga Wisata Indonesia (BBI & BWI) di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/2/2022).
Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo RM Manuhutu menambahkan, pengembangan obat-obatan dari bahan baku alam Indonesia sangat berperan memaksimalkan pemanfaatan potensi alam Indonesia yang beragam jenis dan banyak jumlahnya.
Lihat Juga :