Pengusaha Desak Perubahan Status Pandemi jadi Endemi
Sabtu, 12 Maret 2022 - 16:07 WIB
loading...
Warga berolahraga di kawasan Stadion Utama Gelora Bungkarno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/3/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa
A
A
A
JAKARTA - Pengusaha mendesak pemerintah untuk segera menetapkan perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi pada akhir Maret 2022.
"Para pengusaha berharap status endemi ini dapat ditetapkan pertengahan Maret 2022 agar pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum bulan puasa dan Idul Fitri untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat," kata Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang di acara MNC Trijaya, Sabtu (12/3/2022).
Baca juga: Tak Pakai Antigen atau PCR, Aturan Mudik Bakal Kembali Seperti Sebelum Pandemi?
Selain itu, imbuh Sarman, juga dijadikan kesempatan untuk meningkatkan omzet dan profit guna memperkuat arus kas perusahaan yang dua tahun ini sekarat.
"Jika momentum bulan puasa dan Idul Fitri tahun ini dapat dimanfaatkan secara maksimal maka akan berpotensi memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II/2022," ujarnya.
Dia bilang, karena momentum itu dipastikan akan mampu menggenjot konsumsi rumah tangga yang signifikan, gairah ekonomi akan tumbuh dan perputaran uang akan meningkat dan mengalir dari kota ke daerah.
Baca juga: Kemenkes Sebut Indonesia Belum Penuhi Indikator Menuju Endemi
"Para pengusaha berharap status endemi ini dapat ditetapkan pertengahan Maret 2022 agar pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum bulan puasa dan Idul Fitri untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat," kata Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang di acara MNC Trijaya, Sabtu (12/3/2022).
Baca juga: Tak Pakai Antigen atau PCR, Aturan Mudik Bakal Kembali Seperti Sebelum Pandemi?
Selain itu, imbuh Sarman, juga dijadikan kesempatan untuk meningkatkan omzet dan profit guna memperkuat arus kas perusahaan yang dua tahun ini sekarat.
"Jika momentum bulan puasa dan Idul Fitri tahun ini dapat dimanfaatkan secara maksimal maka akan berpotensi memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II/2022," ujarnya.
Dia bilang, karena momentum itu dipastikan akan mampu menggenjot konsumsi rumah tangga yang signifikan, gairah ekonomi akan tumbuh dan perputaran uang akan meningkat dan mengalir dari kota ke daerah.
Baca juga: Kemenkes Sebut Indonesia Belum Penuhi Indikator Menuju Endemi
Lihat Juga :