Profil Mirza Adityaswara, Ekonom yang Jadi Kandidat Wakil Ketua OJK

Minggu, 03 April 2022 - 20:33 WIB
loading...
Profil Mirza Adityaswara,...
Mirza Adityaswara kandidat calon wakil ketua OJK. FOTO/Yudistiro Pranoto
A A A
JAKARTA - Proses pemilihan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan telah memasuki babak akhir. Sebanyak 14 kandidat nama Anggota Dewan Komisioner telah diserahkan Presiden Jokowi kepada DPR untuk melalui tahapan fit and proper test dalam waktu dekat di Komisi XI DPR RI.

Salah satu posisi krusial dalam komposisi ADK OJK yang akan segera diisi oleh sosok baru adalah jabatan Wakil Ketua OJK merangkap Ketua Komite Etik. Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2013-2019, Mirza Adityaswara menjadi kandidat kuat yang diprediksi meneruskan jabatan tersebut yang saat ini ditempati Nurhaida.

Baca Juga: Resmi, Jokowi Terima Daftar Lengkap Nama 21 Calon DK OJK

Dikutip dari berbagai sumber, Mirza saat ini merupakan Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, di bawah naungan Bank Indonesia. Kiprah Mirza sebagai ekonom senior dan teknokrat di sektor jasa keuangan Indonesia telah teruji dengan rekam jejaknya menempati beberapa posisi strategis di sektor perekonomian dan jasa keuangan, baik swasta maupun sebagai birokrat.

Setelah mengawali karir sebagai Dealer di Bank Sumitomo Niaga pada 1989, Mirza kemudian bekerja sebagai Director, Head of Securities Trading & Research di Bahana Securities dari 2002 hingga 2005. Selanjutnya, Mirza melanjutkan karir profesional di beberapa institusi jasa keuangan, termasuk antara lain sebagai Head of Equity Research & Bank Analysis di Credit Suisse Securities Indonesia. Selama kurun waktu 2008–2010, Mirza menjabat sebagai Managing Director, Head of Capital Market, Mandiri Sekuritas sekaligus sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri Group.

Kompetensi, profesionalisme dan keahliannya di sektor jasa keuangan semakin memperoleh pengakuan ketika ia dipercaya mengemban amanah sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lalu pada April 2012, ia ditugaskan sebagai Kepala Eksekutif LPS sekaligus Dewan Komisioner, posisi yang turut mengawali rekam jejaknya sebagai birokrat di sektor jasa keuangan Indonesia.

Puncak karirnya sebagai birokrat terjadi saat Mirza resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sejak 2014-2019, posisi kedua tertinggi di Bank Indonesia mendampingi Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia saat itu.

Selama lima tahun, ia memiliki peran dan kontribusi penting dalam perumusan, koordinasi dan pengawasan kebijakan makroprudensial Bank Indonesia pada saat itu yang ditetapkan dan dilaksanakan untuk mencegah dan mengurangi risiko sistemik, mendorong fungsi intermediasi yang seimbang dan berkualitas, meningkatkan efisiensi sistem keuangan dan akses keuangan dalam menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) serta stabilitas moneter dan sistem pembayaran.

Saat menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza juga tidak asing dengan tugas dan fungsi Otoritas Jasa Keuangan. Selama empat tahun dari 2015 hingga 2019 melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 61/P tahun 2015 tanggal 23 Juli 2015, ia diberikan tugas tambahan sebagai anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Ex-Officio dari Bank Indonesia.

Dalam kurun waktu tersebut, Mirza memiliki tugas untuk mengawasi implementasi sinergi kelembagaan antara Bank Indonesia dan OJK dalam konteks kebijakan makroprudensial BI yang berkorelasi dengan pengawasan serta pengaturan industri jasa keuangan yang terintegrasi di OJK.

Baca Juga: 3 Calon Kuat Bos OJK Pilihan Istana

Mirza merupakan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar S2 Master of Applied Finance dari Macquarie University, Australia. Setelah menuntaskan masa jabatannya di Bank Indonesia, pengalaman Mirza membawanya ke posisi sebagai Komisaris Utama PT Mandiri Sekuritas dan Komisaris Independen PT Sarana Menara Merdeka.

Hingga saat ini, ia juga masih tercatat sebagai Komisaris Utama PT Visionet Internasional (OVO) yang dimiliki oleh raksasa ride-hailing Asia Tenggara, Grab, sebagai pemegang saham pengendali.
Akumulasi pengalaman dan pencapaian Mirza sebagai ekonom, birokrat dan juga teknokrat di sektor swasta membawanya dipercaya oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dalam jajaran Kementerian Keuangan.

Selain itu, pengetahuannya di bidang keuangan dan ekonomi digital menjadikannya ketua di Indonesia Fintech Society hingga saat ini. Mirza juga merupakan putra dari ahli hukum bisnis ternama Indonesia, Sutan Remy Sjahdeini yang adalah Guru Besar Hukum Perbankan pada Fakultas Hukum Universitas Airlangga dan Guru Besar Hukum pada Program Magister Hukum Universitas Indonesia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
OJK Blak-blakan soal...
OJK Blak-blakan soal 4 Penyebab IHSG Ambrol Sejak Awal Tahun 2026
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
IHSG Jatuh Terseret...
IHSG Jatuh Terseret Rilis MSCI ke 6.734, OJK: Masih Batas Wajar
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp59,35 Triliun, Ketua OJK Tekankan Kepercayaan Investor
OJK Targetkan Pasar...
OJK Targetkan Pasar Modal Sumbang Rp1.812 Triliun untuk Kebutuhan Investasi Nasional
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Ratusan Mahasiswa Surabaya...
Ratusan Mahasiswa Surabaya Ikuti Edukasi Asuransi yang Digelar BRI Insurance
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Rekomendasi
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Berita Terkini
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved