Bank Dunia Didorong Ikut Beri Dukungan Pendanaan ke Transisi Energi Terbarukan
Kamis, 12 Mei 2022 - 01:15 WIB
loading...
Transisi energi baru terbarukan membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit, lantaran itu Bank Dunia didorong ikut berrean. Bukan malah mendorong ketergantungan negara-negara terhadap gas fosil. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Penelitian terbaru dari kelompok masyarakat sipil di Indonesia, Pakistan dan Bangladesh mengungkapkan praktik Lembaga Bank Dunia yang mendorong ketergantungan negara-negara terhadap gas fosil alih-alih memberikan dukungan untuk transisi menuju energi berkelanjutan dan terbarukan.
Baca Juga: Dirjen EBTKE: Transisi Energi Pilihan Mutlak
Bank Dunia dan cabang sektor privatnya (Korporasi Keuangan Internasional) mempertahankan dukungannya terhadap infrastruktur gas fosil dan gas alam cair melalui pendanaan untuk pembangkit listrik berbahan bakar gas, saluran pipa, dan pabrik regasifikasi gas alam cair di Indonesia, Bangladesh, dan Pakistan.
Kedua lembaga tersebut bertanggung jawab atas model energi berbasis gas yang tidak berkelanjutan dan mudah menguap di negara-negara ini. Terdapat sebesar USD379 miliar infrastruktur gas baru yang direncanakan di Asia yang terancam menjadi aset terdampar.
Namun demikian, bangsa-bangsa di dunia mulai beralih dari bahan bakar fosil untuk memenuhi target Perjanjian Paris. Investasi gas yang terencana di Asia terdiri dari USD189 miliar pembangkit listrik berbahan bakar gas, USD54 miliar saluran pipa gas, dan USD136 miliar terminal ekspor-impor gas alam cair.
Apabila direalisasikan dan dioperasikan dalam kapasitas penuh, seluruh infrastruktur tersebut akan memberikan dampak besar hingga 1.5°C pemanasan global.
Baca Juga: Dirjen EBTKE: Transisi Energi Pilihan Mutlak
Bank Dunia dan cabang sektor privatnya (Korporasi Keuangan Internasional) mempertahankan dukungannya terhadap infrastruktur gas fosil dan gas alam cair melalui pendanaan untuk pembangkit listrik berbahan bakar gas, saluran pipa, dan pabrik regasifikasi gas alam cair di Indonesia, Bangladesh, dan Pakistan.
Kedua lembaga tersebut bertanggung jawab atas model energi berbasis gas yang tidak berkelanjutan dan mudah menguap di negara-negara ini. Terdapat sebesar USD379 miliar infrastruktur gas baru yang direncanakan di Asia yang terancam menjadi aset terdampar.
Namun demikian, bangsa-bangsa di dunia mulai beralih dari bahan bakar fosil untuk memenuhi target Perjanjian Paris. Investasi gas yang terencana di Asia terdiri dari USD189 miliar pembangkit listrik berbahan bakar gas, USD54 miliar saluran pipa gas, dan USD136 miliar terminal ekspor-impor gas alam cair.
Apabila direalisasikan dan dioperasikan dalam kapasitas penuh, seluruh infrastruktur tersebut akan memberikan dampak besar hingga 1.5°C pemanasan global.
Lihat Juga :