Tak Main-main! Bencana Akibat Air Bikin Indonesia Tekor Rp44 Triliun per Tahun

Jum'at, 13 Mei 2022 - 11:05 WIB
loading...
Tak Main-main! Bencana Akibat Air Bikin Indonesia Tekor Rp44 Triliun per Tahun
Bencana yang diakibatkan air menimbulkan kerugian yang sangat besar. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Krisis iklim yang tengah terjadi di berbagai wilayah belahan dunia menimbulkan dampak kerugian yang besar, tidak terkecuali dengan Indonesia. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas ) menyatakan krisis iklim juga mengancam sumber daya air yang menjadi sumber kehidupan.

Baca juga: Gara-gara Perubahan Iklim, Sepanjang 4 Tahun Indonesia Bisa Tekor Rp544 Triliun

Ketika air jumlahnya terlalu sedikit akibat kekeringan yang berkepanjangan tentu akan menjadi masalah karena air dibutuhkan seluruh makhluk hidup di bumi. Sebaliknya, jika air terlalu banyak akibat cairnya es di dua kutub akibat pemanasan global, juga bakal menjadi ancaman peradaban.

Bappenas mencatat masalah krisis yang berkaitan dengan air sendiri membuat potensi kerugian untuk Indonesia hingga Rp44 triliun setiap tahunnya. Potensi tersebut terhitung pada periode 2007-2019 akibat bencana yang berhubungan dengan air yang juga menimbulkan banyak korban jiwa.

Tak Main-main! Bencana Akibat Air Bikin Indonesia Tekor Rp44 Triliun per Tahun


Padahal, berdasarkan kajian Bank Dunia, sumber daya dan layanan air menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan produk domestik bruto dan pendapatan per kapita di Indonesia.



"Bencana yang berhubungan dengan air, selain menyebabkan banyak korban jiwa, juga menimbulkan kerugian ekonomi rata-rata USD2-3 miliar setiap tahunnya," ujar Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Josaphat Rizal Primana dikutip Jumat (13/5/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS! KKB Tembak Pesawat Kargo di Bandara Aminggaru Ilaga

Menurutnya investasi di sektor air dan sanitasi menjadi hal yang sangat penting, jika Indonesia ingin masuk dalam lima besar ekonomi dunia, sesuai Visi Indonesia 2045.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2209 seconds (11.252#12.26)