Siap-siap! Bos Bank Dunia Peringatkan Resesi Global di Depan Mata
Jum'at, 27 Mei 2022 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Perdana Menteri China Li Keqiang, mengatakan ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah terpukul lebih keras oleh putaran penguncian terakhir daripada pada awal pandemi pada tahun 2020. Dia juga menyerukan lebih banyak tindakan oleh pejabat untuk memulai kembali pabrik setelah penguncian.
"Kemajuannya tidak memuaskan," kata Li. "Beberapa provinsi melaporkan bahwa hanya 30% bisnis yang telah dibuka kembali . Rasionya harus dinaikkan menjadi 80% dalam waktu singkat," tandasnya.
Baca juga: Pilpres 2024, Ketum Projo Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Manuver Cerdas
Penguncian penuh atau sebagian diberlakukan di lusinan kota di China pada bulan Maret dan April, termasuk penutupan panjang Shanghai. Langkah-langkah tersebut telah menyebabkan perlambatan tajam dalam kegiatan ekonomi di seluruh negeri.
Dalam beberapa minggu terakhir, angka resmi menunjukkan bahwa sebagian besar ekonomi telah terpengaruh, dari produsen hingga pengecer.
"Kemajuannya tidak memuaskan," kata Li. "Beberapa provinsi melaporkan bahwa hanya 30% bisnis yang telah dibuka kembali . Rasionya harus dinaikkan menjadi 80% dalam waktu singkat," tandasnya.
Baca juga: Pilpres 2024, Ketum Projo Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Manuver Cerdas
Penguncian penuh atau sebagian diberlakukan di lusinan kota di China pada bulan Maret dan April, termasuk penutupan panjang Shanghai. Langkah-langkah tersebut telah menyebabkan perlambatan tajam dalam kegiatan ekonomi di seluruh negeri.
Dalam beberapa minggu terakhir, angka resmi menunjukkan bahwa sebagian besar ekonomi telah terpengaruh, dari produsen hingga pengecer.
(uka)
Lihat Juga :