Banyak CPNS Mengundurkan Diri, Anggota DPR: Artinya, Tawaran Jadi PNS Tak Menarik Lagi

Kamis, 02 Juni 2022 - 15:43 WIB
loading...
Banyak CPNS Mengundurkan Diri, Anggota DPR: Artinya, Tawaran Jadi PNS Tak Menarik Lagi
Banyaknya CPNS yang mengundurkan bisa jadi tawarannya sudah tak menarik lagi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mardani Ali Sera menyoroti fenomena mundurnya para CPNS yang sudah lolos secara administratif maupun test yang dilakukan. Menurutnya, kondisi itu merupakan bencana yang harus segera menjadi perhatian khusus pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk segera menyelidiki.

Baca juga: Banyak CPNS Mundur karena Gaji Kecil, Menpan RB: Kalau Mau Lebih Bisnis Saja!

"Pertama ini bencana, karena mereka yang sudah terpilih itu sudah mengisi formasi yang telah lama dikaji dan diputuskan," ujar Mardani kepada MNC Portal, Kamis (2/6/2022).

Menurutnya situasi itu dikhawatirkan bakal berdampak pada sistem kerja pelayanan publik yang terganggu. Sebab yang seharusnya jabatan kosong tersebut sudah terisi dari adanya seleksi yang dilakukan, kini harus kosong kembali.

"Dan untuk pengisiannya memerlukan prosedur dan waktu yang lama lagi. Dikhawatirkan ada sistem kerja yang terganggu,” sambungnya.

Menurutnya fenomena ini memang bukan yang pertama kali terjadi ketika para CPNS memutuskan untuk mengundurkan diri padahal sudah diterima dan dinyatakan lolos secara seleksi.

"Ini memang bukan yang pertama, tapi tahun ini menjadi yang terbanyak hingga kurang lebih 105 orang, kalau sebelumnya paling 1 sampai 5 orang," kata Mardani.

Legislator dari Komisi II itu pun meminta pemerintah pusat perlu segera menyelidiki terkait fenomena tersebut. Jika banyak yang mengundurkan diri, artinya tawaran menjadi PNS tidak menarik lagi.

Baca juga: Uji Coba Berbagi Akun Netflix Bikin Pengguna di Berbagai Negara Bingung

"Kemenpan RB dan BKN plus Kementerian Keuangan perlu menyelidiki masalah ini. Boleh jadi ini puncak gunung es dari masalah pengelolaan ASN yang menggunakan paradigma lama sementara pola dan sifat pekerjaan dan berubah. Termasuk ekspektasi para pencari kerja juga berubah,” pungkasnya.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1408 seconds (10.55#12.26)