Hingga Mei 2022, Pelindo Regional 4 Catat Peningkatan Kinerja 153,57%
Selasa, 14 Juni 2022 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Enriany menuturkan, walaupun realisasi tersebut terlihat lebih rendah daripada realisasi arus peti kemas pada Januari hingga Mei 2021 di seluruh pelabuhan kelolaan Pelindo yang berada di Regional 4 yaitu sebanyak 897.732 TEUs, namun angka yang dicapai hingga Mei tahun ini adalah pencapaian yang terbilang baik apalagi pasca merger Pelindo per 1 Oktober 2021.
“Pasca merger, Manajemen Pelindo membentuk empat subholding dengan fokus bisnis masing-masing, yaitu peti kemas, penumpang, logistik dan marine service. Sehingga ada beberapa pelabuhan kelolaan Pelindo di Regional 4 yang kemudian diserahoperasikan kepada subholding masing-masing yang sesuai dengan fokus bisnisnya,” terangnya.
Sebelum merger sebut dia, di Regional 4 terdapat 26 cabang, 3 anak perusahaan, dan 1 cucu perusahaan. Setelah merger, anak dan cucu perusahaan langsung bergabung dengan subholding dan anak perusahaan di bawah holding. Sementara itu, beberapa cabang secara bertahap juga mulai diserahoperasikan kepada subhoding yang sesuai dengan fokus bisnisnya.
“Seperti PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) yang mulai pindah ke subholding sejak 1 Januari 2022. Begitu juga dengan segmen peti kemas di Terminal Petikemas Makassar (TPM), Makassar New Port (MNP), Terminal Petikemas Bitung (TPB), dan Pelabuhan Ambon yang juga sudah diserahoperasikan ke subholding peti kemas per 1 April 2022. Sementara untuk segmen barang di Pelindo Regional 4 Balikpapan dan Makassar, juga sudah diserahoperasikan ke subholding non peti kemas per 1 April tahun ini,” bebernya.
Adapun beberapa pelabuhan di Regional 4 yang menyumbang peningkatan tertinggi untuk arus penumpang yakni Pelindo Regional 4 Kendari, Parepare, Makassar, Manado dan Ambon yang masing-masing mengalami persentase sebesar 12,68%, 12,12%, 11,63%, 9,67% dan 8,83%.
Dari sisi arus peti kemas, penyumbang persentase tertinggi yakni Pelindo Regional 4 Terminal Petikemas Makassar sebesar 21,58%, Palaran/Samarinda 13,03%, Terminal Petikemas Bitung 12,00%, Makassar New Port 10,20% dan PT KKT 8,10%.
“Pasca merger, Manajemen Pelindo membentuk empat subholding dengan fokus bisnis masing-masing, yaitu peti kemas, penumpang, logistik dan marine service. Sehingga ada beberapa pelabuhan kelolaan Pelindo di Regional 4 yang kemudian diserahoperasikan kepada subholding masing-masing yang sesuai dengan fokus bisnisnya,” terangnya.
Sebelum merger sebut dia, di Regional 4 terdapat 26 cabang, 3 anak perusahaan, dan 1 cucu perusahaan. Setelah merger, anak dan cucu perusahaan langsung bergabung dengan subholding dan anak perusahaan di bawah holding. Sementara itu, beberapa cabang secara bertahap juga mulai diserahoperasikan kepada subhoding yang sesuai dengan fokus bisnisnya.
“Seperti PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) yang mulai pindah ke subholding sejak 1 Januari 2022. Begitu juga dengan segmen peti kemas di Terminal Petikemas Makassar (TPM), Makassar New Port (MNP), Terminal Petikemas Bitung (TPB), dan Pelabuhan Ambon yang juga sudah diserahoperasikan ke subholding peti kemas per 1 April 2022. Sementara untuk segmen barang di Pelindo Regional 4 Balikpapan dan Makassar, juga sudah diserahoperasikan ke subholding non peti kemas per 1 April tahun ini,” bebernya.
Adapun beberapa pelabuhan di Regional 4 yang menyumbang peningkatan tertinggi untuk arus penumpang yakni Pelindo Regional 4 Kendari, Parepare, Makassar, Manado dan Ambon yang masing-masing mengalami persentase sebesar 12,68%, 12,12%, 11,63%, 9,67% dan 8,83%.
Dari sisi arus peti kemas, penyumbang persentase tertinggi yakni Pelindo Regional 4 Terminal Petikemas Makassar sebesar 21,58%, Palaran/Samarinda 13,03%, Terminal Petikemas Bitung 12,00%, Makassar New Port 10,20% dan PT KKT 8,10%.
Lihat Juga :