5 Harta Karun Tambang Indonesia dengan Cadangan Terbesar
Kamis, 16 Juni 2022 - 09:13 WIB
loading...
Melimpahnya sumber daya alam (SDA) serta beragamnya komoditas tambang menjadi peluang bagi perekonomian Indonesia. Cek dulu nih cadangan harta karun tambang terbesar milik Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Melimpahnya sumber daya alam (SDA) serta beragamnya komoditas tambang menjadi peluang bagi perekonomian Indonesia. Harta karun tambang yang berada dalam perut bumi Ibu Pertiwi tidak main-main potensinya, bahkan beberapa memiliki cadangan terbesar.
Komoditas-komoditas tersebut merupakan aset berharga dan tak tergantikan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara ini. Perang komoditas tambang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari saat ini, contohnya batubara yang masih menjadi andalan sumber listrik.
Baca Juga: Harta Karun Hutan Indonesia Jadi Incaran Dunia, Ini Negara Penadah Kayu Gaharu
Tidak hanya kebutuhan listrik, alat elektronik yang kita pakai setiap harinya pun terbuat dari komoditas tambang. Mulai dari emas, tembaga, nikel, dan komoditas tambang lainnya berperan besar.
Dalam pengelolaan minerba (mineral dan batubara), pemerintah sebenarnya secara bertahap mendorong untuk dilakukan pengolahan di dalam negeri. Pemerintah terus menggenjot pembangunan smelter.
Berikut beberapa komoditas tambang Indonesia dengan cadangan terbesar yang dirangkum dari beberapa sumber:
1. Nikel
Berdasarkan data yang dihimpun untuk jenis mineral seperti nikel Indonesia memiliki cadangan terbesar di dunia. Berdasarkan data USGS pada Januari 2020 dan Badan Geologi 2019, mengutip dari Booklet Nikel yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2020, jumlah cadangan nikel RI tercatat mencapai 72 juta ton nikel (termasuk nikel limonite/ kadar rendah).
Jumlah ini mencapai 52% dari total cadangan nikel dunia sebesar 139.419.000 ton nikel. Menyusul Indonesia, ada Australia dengan cadangan nikel mencapai 15%, lalu Brazil 8%, Rusia 5%, dan gabungan sejumlah negara lainnya seperti Filiphina, China, Kanada, dan lainnya 20%.
Terkait kandungan bijih nikel disebutkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya bijih nikel mencapai 11,7 miliar ton dan cadangan 4,5 miliar ton, termasuk nikel kadar rendah (limonite nickel) dan nikel kadar tinggi (saprolite nickel).
Adapun umur cadangan bijih nikel Indonesia disebutkan bisa mencapai 73 tahun, untuk jenis bijih nikel kadar rendah di bawah 1,5% (limonite nickel). Asumsi umur cadangan tersebut berasal dari jumlah cadangan bijih nikel limonit mencapai 1,7 miliar ton dan kebutuhan kapasitas pengolahan (smelter) di dalam negeri sebesar 24 juta ton per tahun.
Sementara itu ketika booming industri kendaraan listrik, harta karun nikel menjadi komditas yang diburu. Melihat hal itu, Indonesia berupaya mendorong hilirisasi industri nikel dan telah melarang ekspor.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, produksi olahan nikel Indonesia mencapai 2,47 juta ton pada 2021. Angka ini naik 2,17% dibanding 2020 yang sebesar 2,41 juta ton.
Komoditas-komoditas tersebut merupakan aset berharga dan tak tergantikan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara ini. Perang komoditas tambang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari saat ini, contohnya batubara yang masih menjadi andalan sumber listrik.
Baca Juga: Harta Karun Hutan Indonesia Jadi Incaran Dunia, Ini Negara Penadah Kayu Gaharu
Tidak hanya kebutuhan listrik, alat elektronik yang kita pakai setiap harinya pun terbuat dari komoditas tambang. Mulai dari emas, tembaga, nikel, dan komoditas tambang lainnya berperan besar.
Dalam pengelolaan minerba (mineral dan batubara), pemerintah sebenarnya secara bertahap mendorong untuk dilakukan pengolahan di dalam negeri. Pemerintah terus menggenjot pembangunan smelter.
Berikut beberapa komoditas tambang Indonesia dengan cadangan terbesar yang dirangkum dari beberapa sumber:
1. Nikel
Berdasarkan data yang dihimpun untuk jenis mineral seperti nikel Indonesia memiliki cadangan terbesar di dunia. Berdasarkan data USGS pada Januari 2020 dan Badan Geologi 2019, mengutip dari Booklet Nikel yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2020, jumlah cadangan nikel RI tercatat mencapai 72 juta ton nikel (termasuk nikel limonite/ kadar rendah).
Jumlah ini mencapai 52% dari total cadangan nikel dunia sebesar 139.419.000 ton nikel. Menyusul Indonesia, ada Australia dengan cadangan nikel mencapai 15%, lalu Brazil 8%, Rusia 5%, dan gabungan sejumlah negara lainnya seperti Filiphina, China, Kanada, dan lainnya 20%.
Terkait kandungan bijih nikel disebutkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya bijih nikel mencapai 11,7 miliar ton dan cadangan 4,5 miliar ton, termasuk nikel kadar rendah (limonite nickel) dan nikel kadar tinggi (saprolite nickel).
Adapun umur cadangan bijih nikel Indonesia disebutkan bisa mencapai 73 tahun, untuk jenis bijih nikel kadar rendah di bawah 1,5% (limonite nickel). Asumsi umur cadangan tersebut berasal dari jumlah cadangan bijih nikel limonit mencapai 1,7 miliar ton dan kebutuhan kapasitas pengolahan (smelter) di dalam negeri sebesar 24 juta ton per tahun.
Sementara itu ketika booming industri kendaraan listrik, harta karun nikel menjadi komditas yang diburu. Melihat hal itu, Indonesia berupaya mendorong hilirisasi industri nikel dan telah melarang ekspor.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, produksi olahan nikel Indonesia mencapai 2,47 juta ton pada 2021. Angka ini naik 2,17% dibanding 2020 yang sebesar 2,41 juta ton.
Lihat Juga :