Erick Minta 4 BUMN Patungan Buat Perusahaan Baterai Mobil Listrik
Kamis, 25 Juni 2020 - 17:18 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menyusun road map pengembangan industri EV Battery di Indonesia. Pengembangan ini dalam rangka merespons kebijakan mengenai mobil listrik.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dalam road map tersebut, nantinya akan melibatkan beberapa perusahaan pelat merah. Seperti PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Aneka Tambang (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan beberapa mitra dari perusahaan internasional.
"Bahan bahan EV Batery ada semua di Indonesia. Dan kita membuka partnership mitra strategis dari internasional," ujarnya dalam Manajer Forum bersama MNC Group secara virtual, Kamis (25/6/2020). Baca: Erick Instruksikan BUMN Produksi Baterai Kendaraan Listrik
Menurut Erick Thohir, tujuan dari pembentukan perusahaan patungan ini adalah untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Seperti diketahui, pemerintah sendiri sebelumnya sudah mengeluarkan kebijakan B30 untuk menekan impor minyak.
Selain itu, potensi pasar dari mobil listrik ini sangat besar. Mengingat selama ini belum ada pemain mobil listrik lokal yang ada di Indonesia. Sebab seluruhnya dari mulai mobil hingga baterainya masih impor dari luar negeri.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dalam road map tersebut, nantinya akan melibatkan beberapa perusahaan pelat merah. Seperti PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Aneka Tambang (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan beberapa mitra dari perusahaan internasional.
"Bahan bahan EV Batery ada semua di Indonesia. Dan kita membuka partnership mitra strategis dari internasional," ujarnya dalam Manajer Forum bersama MNC Group secara virtual, Kamis (25/6/2020). Baca: Erick Instruksikan BUMN Produksi Baterai Kendaraan Listrik
Menurut Erick Thohir, tujuan dari pembentukan perusahaan patungan ini adalah untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Seperti diketahui, pemerintah sendiri sebelumnya sudah mengeluarkan kebijakan B30 untuk menekan impor minyak.
Selain itu, potensi pasar dari mobil listrik ini sangat besar. Mengingat selama ini belum ada pemain mobil listrik lokal yang ada di Indonesia. Sebab seluruhnya dari mulai mobil hingga baterainya masih impor dari luar negeri.
Lihat Juga :