Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Analis: Ketidakpastian Menghantui
Minggu, 03 Juli 2022 - 15:52 WIB
loading...
Menanggapi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada semester I/2022 akan mencapai kisaran 4,9 hingga 5,2%. Pengamat mengingatkan, masih banyaknya ketidakpastian yang menghantui pertumbuhan perekonomian. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada semester I/2022 akan mencapai kisaran 4,9 hingga 5,2%. Dia juga menyampaikan, bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi .
Menanggapi hal tersebut, Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan, masih banyaknya ketidakpastian yang menghantui pertumbuhan perekonomian Indonesia di semester kedua.
Baca Juga: Miliarder Bicara Soal Kedatangan Resesi Ekonomi AS, Ada Elon Musk hingga Bill Gates
Keraguan tersebut bermula dari meningkatnya inflasi yang diprediksi akan berakibat terhadap menurunnya daya beli masyarakat.
"Di kuartal ketiga juga tidak terdapat event besar yang dapat meningkatkan daya beli masyaakat seperti saat Ramadhan dan Idul Fitri kemarin. Adapun Idul Adha tidak akan menandingi permintaan masyarakat saat Lebaran lalu," jelasnya kepada MPI, Minggu (3/7/2022).
Menurutnya mobilitas masyarakat juga mulai terdampak akibat adanya kenaikan kasus Covid-19. "Meningkatnya kasus Covid-19 sangat perlu diwaspadai karena dapat menghambat pemulihan ekonomi," tuturnya.
Baca Juga: Tertolong Ramadhan-Idul Fitri, Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di Kuartal II 2022
Menanggapi hal tersebut, Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan, masih banyaknya ketidakpastian yang menghantui pertumbuhan perekonomian Indonesia di semester kedua.
Baca Juga: Miliarder Bicara Soal Kedatangan Resesi Ekonomi AS, Ada Elon Musk hingga Bill Gates
Keraguan tersebut bermula dari meningkatnya inflasi yang diprediksi akan berakibat terhadap menurunnya daya beli masyarakat.
"Di kuartal ketiga juga tidak terdapat event besar yang dapat meningkatkan daya beli masyaakat seperti saat Ramadhan dan Idul Fitri kemarin. Adapun Idul Adha tidak akan menandingi permintaan masyarakat saat Lebaran lalu," jelasnya kepada MPI, Minggu (3/7/2022).
Menurutnya mobilitas masyarakat juga mulai terdampak akibat adanya kenaikan kasus Covid-19. "Meningkatnya kasus Covid-19 sangat perlu diwaspadai karena dapat menghambat pemulihan ekonomi," tuturnya.
Baca Juga: Tertolong Ramadhan-Idul Fitri, Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di Kuartal II 2022
Lihat Juga :