Ini Masukan HT buat Erick Thohir tentang Bisnis Digital dan Internet

Kamis, 25 Juni 2020 - 20:55 WIB
loading...
Ini Masukan HT buat...
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo memberikan beberapa masukan kepada Menteri Badan Usah Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Khususnya, yang berkaitan dengan fasilitas jaringan internet.

Menurut Hary Tanoe, ke depan teknologi digital akan menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat Indonesia, termasuk yang ada di daerah. Ditambah lagi, saat ini Kementerian BUMN pun tengah fokus dalam pengembangan digital.

"Saya lihat sekarang ini kan digital internet itu menjadi kebutuhan dasar kita semua, termasuk daerah. Salah satunya adalah broadbrand karena kapasitasnya unlimited.Kalau 5G mahal karena masih sedikit," ujarnya dalam acara "Manager Forum MNC Group", Kamis (26/6/2020).

Untuk bisa mempermudah, ada baiknya jika Kementerian BUMN menyerahkan pembangunan tiang pool kepada PT PLN (Persero) . Alhasil, pengeluaran modal dan belanja modal bisa dihemat.

Alasan lainnya adalah karena PLN memiliki banyak tiang pool yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi, jaringan internet ini bisa menyebar ke seantero Indonesia.

"Sekarang yang aktif kan ada Telkom. Kalo jaringan itu kan yang paling penting ada pool tiang. Mungkin akan lebih murah kalau PLN yang bangun. Karena PLN sudah ada tiang pool (yang tersebar di seluruh Indonesia)," jelasnya.

Hary Tanoe pun memberikan gambaran, untuk membangun satu tiang pool membutuhkan biaya sekitar USD200. Jika tiang pool disediakan oleh PLN, maka Telkom bisa menghemat 50% capex-nya.

"Bisa menghemat 50% biaya tiang jadi capex-nya turun banyak dari USD200 menjadi USD100. Karena PLN juga ada 67 juta rumah tersambung listrik," kata Hary Tanoe. ( Baca:HT Puji Erick Thohir Terkait Klasterisasi hingga Perombakan Direksi )

Namun untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah perlu melakukan revisi pada peraturan pemerintah agar bisa open access. Sehingga PLN bisa lebih leluasa untuk menyediakan pool tiangnya, karena dalam aturan saat ini PT Telkom dan perusahaan swasta lainlah yang harus menyediakan jaringan dan tiang poolnya sendiri.

"Kalau dilakukan ini, diubah PP 52 tentang telekomuniksi. Operator itu bangun di daerah gemuk. Tak ada yang mau bangun di daerah. Jadi tumbang tindih," jelasnya.

Jika pemerintah membuka akses, maka PLN bisa menyewakan tiang poolnya kepada provider, termasuk di antaranya Telkom. Sehingga, bisa lebih efisien bagi perusahaan provider.

"Kalau open access artinya network provider menyewakan kepada service. PLN network provider dia sewakan kepada service provider. Jadi pembangunan network efisien," kata Hary Tanoe.

Sementara Telkom bisa fokus dalam penggarapan jaringan 5G. Nantinya para provider internet lainnya bisa menyewa kepada Telkom jika ingin menggunakan jaringan 5G yang dimiliki oleh PT Telkom Indonesia.

"Telkom (bisa) melakukan sesuatu yang belum disentuh. Apalagi pembangunan 5G ke depan. Nanti bisa Telkom ke situ atau pembangunan tower itu bisa dilakukan Telkom. Nanti sewa ke Telkom. Ini bisa dibangun, dan biaya lebih murah," kata Hary Tanoe.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyambut positif masukan yang diberikan oleh Hary Tanoe. Dirinya mengaku mendukung dan sudah merencanakan untuk open access namun masih terkendala oleh regulasi.

"Open access tapi masalahnya ada peraturan. Karena peraturannya itu bukan domain BUMN. Kita juga sangat terbuka tadi," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buka MNC Forum ke-82,...
Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Ahmad Muzani hingga...
Ahmad Muzani hingga Hary Tanoesoedibjo Hadiri Pembukaan Rapimnas Kadin
MNC Group Gelar MNC...
MNC Group Gelar MNC Forum LXXX: Tourism Business Plan and Digital Marketing & MCN
Kinerja Tumbuh Solid,...
Kinerja Tumbuh Solid, MSIN Catat Pendapatan Rp1,87 Triliun di Semester I-2025
Rayakan HUT ke-26 MNC...
Rayakan HUT ke-26 MNC Kapital, HT Tegaskan Bangun Model Bisnis yang Kuat
Konten-konten Eksklusif...
Konten-konten Eksklusif di Vision+ Bakal Terus Ditambah
Ikut Rayakan Iduladha...
Ikut Rayakan Iduladha Bareng Warga, HT Tegaskan Partai Perindo Hadir Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo dan HT Serahkan Kurban Partai Perindo di Paseban, Tegaskan Keberagaman dan Nilai Keumatan
HUT ke-15 MNC Animation,...
HUT ke-15 MNC Animation, Liliana Tanoesoedibjo Tekankan Pentingnya Konten Edukatif untuk Anak
Rekomendasi
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Infografis
Berapa Gaji Guru PPPK...
Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved