Vaksin Booster Jadi Syarat Masuk Mal, Hippindo Siap Hadirkan Sentra Vaksinasi
Kamis, 14 Juli 2022 - 22:53 WIB
loading...
Pengunjung yang akan masuk mal disyaratkan telah melakukan vaksin booster atau dosis ketiga. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah menjadikan vaksin booster sebagai syarat masuk mal.
Menurut dia, di tengah pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung, masyarakat juga tidak bisa melepas sepenuhnya protokol kesehatan (prokes) yang sudah ditetapkan. Pasalnya, pemerintah pun hingga saat ini belum mengumumkan status endemi dari pandemi.
"Jadi menurut saya kalau ini diwajibkan akan kita dukung," ujarnya di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamis (14/7/2022).
Baca juga: Dukung Vaksin Booster jadi Syarat Masuk Mal, APPBI: Operasional Jangan Dibatasi
Menurut dia, daripada mobilitas masyarakat diperketat seperti sebelumnya akibat kenaikan kasus Covid-19, lebih baik melakukan langkah mitigasi.
Salah satunya dengan tetap menerapkan prokes untuk masuk ke ruang publik dan harus sudah mendapatkan vaksin booster.
"Kita turuti saja ada vaksin, booster, kita turuti. Awalnya mungkin orang tidak mau ya, kalau diwajibkan nanti kita akan bikin sentranya," tuturnya.
Menurut dia, di tengah pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung, masyarakat juga tidak bisa melepas sepenuhnya protokol kesehatan (prokes) yang sudah ditetapkan. Pasalnya, pemerintah pun hingga saat ini belum mengumumkan status endemi dari pandemi.
"Jadi menurut saya kalau ini diwajibkan akan kita dukung," ujarnya di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamis (14/7/2022).
Baca juga: Dukung Vaksin Booster jadi Syarat Masuk Mal, APPBI: Operasional Jangan Dibatasi
Menurut dia, daripada mobilitas masyarakat diperketat seperti sebelumnya akibat kenaikan kasus Covid-19, lebih baik melakukan langkah mitigasi.
Salah satunya dengan tetap menerapkan prokes untuk masuk ke ruang publik dan harus sudah mendapatkan vaksin booster.
"Kita turuti saja ada vaksin, booster, kita turuti. Awalnya mungkin orang tidak mau ya, kalau diwajibkan nanti kita akan bikin sentranya," tuturnya.
Lihat Juga :