BI Harus Bersedia Serap Surat Utang Pemerintah tanpa Ambil Untung
Sabtu, 27 Juni 2020 - 10:27 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dorongan agar Bank Indonesia mau berbagi beban (sharing burden) dengan pemerintah dalam mengatasi permasalahan ekonomi saat ini terus mengalir. Piter Abdullah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), mengatakan bahwa saat ini pemerintah membutuhkan dana sekitar Rp1.400 triliun untuk menyembuhkan perekonomian nasional.
Nah jika kebutuhan dana sebesar itu harus ditanggung sendirian oleh pemerintah, tentu akan menjadi beban besar bagi fiskal kita. Maka itu, sokongan dari Bank Indonesia (BI) sangat diperlukan.
"Di setiap negara itu ada kerja sama antara fiskal dan moneter. Bentuk kerja samanya, bank sentral membeli surat utang pemerintah (SBN)," kata Piter saat dihubungi Sindonews, Jumat (26/6/2020).
Piter menambahkan, jika BI membeli SBN maka aksi itu merupakan hasil kesepakatan bersama, bukan murni business to business. Artinya, Bank Indonesia membeli SBN pemerintah di pasar perdana dengan yield atau kupon yang tidak memberatkan pemerintah.
"Kalo belinya cari untung, bukan membantu namanya," tegas Piter. ( Baca:Presiden Serukan Berbagi Beban, Misbakhun: BI Mainkan Peran Signifikan )
Nah jika kebutuhan dana sebesar itu harus ditanggung sendirian oleh pemerintah, tentu akan menjadi beban besar bagi fiskal kita. Maka itu, sokongan dari Bank Indonesia (BI) sangat diperlukan.
"Di setiap negara itu ada kerja sama antara fiskal dan moneter. Bentuk kerja samanya, bank sentral membeli surat utang pemerintah (SBN)," kata Piter saat dihubungi Sindonews, Jumat (26/6/2020).
Piter menambahkan, jika BI membeli SBN maka aksi itu merupakan hasil kesepakatan bersama, bukan murni business to business. Artinya, Bank Indonesia membeli SBN pemerintah di pasar perdana dengan yield atau kupon yang tidak memberatkan pemerintah.
"Kalo belinya cari untung, bukan membantu namanya," tegas Piter. ( Baca:Presiden Serukan Berbagi Beban, Misbakhun: BI Mainkan Peran Signifikan )
Lihat Juga :