alexametrics

Luhut: Kasus Covid-19 Meningkat Tapi Tingkat Kematian Menurun

loading...
Luhut: Kasus Covid-19 Meningkat Tapi Tingkat Kematian Menurun
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah berikhtiar mencegah terjadinya gelombang kedua kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia. Salah satunya dengan meningkatkan testing atau pengujian kepada masyarakat terkait Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Meski demikian, kata dia, kondisi Indonesia menunjukkan semakin membaik.

Luhut menilai hal tersebut karena kapasitas pegujian atau testing terus meningkat setiap harinya, dimana saat ini hampir mencapai 20 ribu tes per hari. Menurut dia, data kapasitas pengujian pada periode 22 April-26 Juni 2020, rata-rata telah mencapai 18.649 tes per hari.



"Kalau kita lihat data ini, rata-rata sekarang testing itu sudah hampir mendekati 20 ribu per hari. Kita ingin targetnya nanti kalau bisa lebih dari 20 ribu per hari. Sehingga kita dapat sampling yang lebih bagus lagi," kata Luhut di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Luhut menambahkan untuk rata-rata penambahan kasus dalam tujuh hari terakhir memang cukup tinggi, sekitar 1.000-an orang per hari. Meski demikian, per 24 Juni 2020, fatality rate (tingkat kematian) terus turun menjadi 5,2%. Demikian pula recovery rate (tingkat kesembuhan) kian meningkat menjadi 41,5%. Baca: Luhut Tetap Izinkan 500 Pekerja China Masuk RI, Ini Alasannya

"Jadi semua membaik karena tingkat kesembuhan juga meningkat dibandingkan yang meninggal," katanya.

Dia menegaskan akan terus memantau perkembangan penanganan wabah tersebut. Ia juga mengaku rutin menyampaikan progres penanganan Covid-19 di Indonesia kepada IMF dan Bank Dunia.

"Saya juga harus paham ini, karena kalau tidak, bagaimana saya menjelaskan investasi kalau orang tidak confidence (yakin) soal penanganan Covid-19 ini dengan baik," tandasnya.
(bon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top