Wall Street Sepekan: Data Inflasi Sempat Bikin Indeks S&P 500 Rebound

Senin, 08 Agustus 2022 - 08:07 WIB
loading...
Wall Street Sepekan:...
Ilustrasi Wall Street. FOTO/REUTERS
A A A
JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) berlanjut mengalami penguatan meskipun ada skeptisisme dari Wall Street menghadapi kenyataan pekan mendatang. Hal itu disebabkan inflasi utama telah mengancam di tengah ekspektasi pergeseran dovish dari Federal Reserve.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 (.SPX) berjalan tidak mulus musim panas ini naik 13% dari posisi terendah pertengahan Juni di tengah harapan bahwa Fed akan mengakhiri kenaikan suku bunga pasar lebih cepat dari yang diantisipasi.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Mixed Imbas Investor Cermati Data Ketenagakerjaan

Berdasarkan data ketenagakerjaan AS yang meningkat Jumat lalu mendukung kasus kenaikan Fed lebih lanjut tetapi hampir tidak mempengaruhi saham – S&P turun kurang dari 0,2% pada hari itu dan menambah kenaikan minggu ketiga berturut-turut.

Kenaikan lebih lanjut dapat bergantung investor percaya The Fed berhasil dalam perjuangannya melawan lonajakan harga konsumen. Tanda-tanda bahwa inflasi tetap kuat meskipun penurunan harga komoditas baru-baru ini dan kebijakan moneter yang lebih ketat dapat membebani ekspektasi bahwa bank sentral akan dapat menghentikan kenaikan suku bunga awal tahun depan, mengurangi selera risiko dan mengirim saham lebih rendah sekali lagi.

"Kami berada pada titik di mana data harga konsumen telah mencapai tingkat kepentingan Super Bowl," kata direktur pelaksana dan ahli strategi pasar di Baird Michael Antonelli. "Ini memberi kita beberapa indikasi tentang apa yang kita dan The Fed hadapi," jelasnya.

Dia memproyeksikan rebound di tengah pasar bearish 2022 berumur pendek dan tiga pemantulan sebelumnya di S&P 500 telah berbalik arah untuk membuat posisi terendah baru, memicu keraguan bahwa reli terbaru akan bertahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah AS Shutdown,...
Pemerintah AS Shutdown, Wall Street Masih Menguat Dibayangi Pengurangan Suku Bunga The Fed
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Tarif Trump Bikin Banyak...
Tarif Trump Bikin Banyak Bursa Saham Ambruk, Warren Buffett: Bukan Apa-apa
Minat Investor RI Tumbuh...
Minat Investor RI Tumbuh ke Pasar Global, Trading Saham AS dalam Genggaman
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Imbas Tarif Trump, Ini Prediksi Bursa Saham RI Pekan Depan
Gentem Group Buka Cabang...
Gentem Group Buka Cabang Pertama di Jakarta, Fokus pada Lifelong Learning
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, Wall Street English Indonesia Bangun Komunitas Berbahasa Inggris
Rekomendasi
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Muktamar ke-35 NU: Siapa...
Muktamar ke-35 NU: Siapa Layak Menjadi Rais Aam?
Polisi Ungkap Awal Mula...
Polisi Ungkap Awal Mula Bang Jago Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa
Berita Terkini
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved