Medsos Jadi Indikator Kualitas Keterbukaan Publik, PPID Dituntut Kreatif

Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:09 WIB
loading...
Medsos Jadi Indikator...
Penggunaan medsos makin deras dan arus informasi publik kian dibutuhkan di media sosial. Foto/pexels/tracy le blanc
A A A
JAKARTA - Komisi Informasi Pusat (KIP) terapkan media sosial atau medsos sebagai salah satu indikator kualitas keterbukaan informasi publik di badan publik. Pasalnya, penggunaan medsos makin deras dan arus informasi publik kian dibutuhkan di media sosial.

Penerapan tersebut salah satunya melalui Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP) 2022. Dalam Monev, dinilai sejauh mana badan publik, khususnya badan publik negara, menjalankan kewajiban-kewajiban layanan informasi kepada masyarakat sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi.

Komisioner KIP Handoko Agung Saputro mengatakan, saat ini KIP mulai serius menerapkan media sosial karena pesatnya arus penyampaian informasi.

“Kami juga melihat sudah berapa lama media sosial sudah dibuat oleh badan publik, kalau baru beberapa hari ya tidak masuk hitungan. Setidaknya kurang lebih satu tahun badan publik telah memanfaatkan media sosial,” ujar Handoko, Rabu (10/8/2022).

baca juga: Kampanye di Medsos Jadi Ukuran Keberhasilan PR Perusahaan

Dia memaparkan, berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2021, ternyata terdapat 136 Badan Publik dengan Klasifikasi Kurang Informatif dan Tidak Informatif dari 6 Kategori Badan Publik.

Oleh karena itulah KIP melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dengan tema “Optimalisasi Peran PPID dalam Layanan Informasi Publik di Era Digital”.

Medsos Jadi Indikator Kualitas Keterbukaan Publik, PPID Dituntut Kreatif


Bimtek diselenggarakan secara daring dan tatap muka (hybrid) dengan dihadiri badan publik yang terdiri dari dua Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LN/LPNK), 14 Lembaga Non Struktural, 3 Pemerintah Provinsi, 34 BUMN, hingga 34 Perguruan Tinggi Negeri.

Praktisi media sosial Yudo Widiyanto yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, di era digital ini PPID harus aktif karena media sosial sifatnya dua arah. “Jangan cuma sekedar upload informasi publik ke website terus tugas selesai,” tandas Yudo.

Baca juga: 5 Artis Indonesia Hobi Pamer Kekayaan di Medsos, Ada Raffi Ahmad hingga Syahrini

Bahkan menurutnya, PPID dituntut lebih kreatif menyampaikan pesan keterbukaan informasi karena format-format penyampaian di platform media sosial begitu beragam. Misalnya di Twitter hanya tersedia 280 karakter, di Instagram efektif hanya 1 menit video.

“Ini tantangan saya buat Bapak-Ibu PPID harus lebih kreatif. Di undang-undang disebut Bapak-Ibu harus bisa menyampaikan pesan dengan bahasa yang mudah dipahami,” paparnya kepada hadirin.

Yudo mengatakan, PPID di badan publik bisa memaksimalkan berbagai fitur media sosial bahkan perlu berinisiatif meminta “slot konten” bertemakan keterbukaan informasi karena selama ini konten di medsos cenderung bertemakan promosi saja.



Yudo mengingatkan, dalam menggunakan media sosial, pejabat negara kakinya berada di dua ruang. Satu kaki berada di ruang undang-undang, satu kaki lagi di ruang pemasaran digital.

“Gak boleh cuma mikir maunya viral tapi melupakan nilai dari keberadaan badan publik bahkan melupakan misi keterbukaan informasi,” tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Pulau Umang Dijual...
Viral Pulau Umang Dijual Rp65 Miliar di Medsos, KKP Buka Suara
Marak Jual Beli Rekening...
Marak Jual Beli Rekening Bank di Medsos, Ini Risiko yang Mengintai
ASABRI Perkuat Kepercayaan...
ASABRI Perkuat Kepercayaan Publik lewat Keterbukaan Informasi
Peruri Berhasil Memenuhi...
Peruri Berhasil Memenuhi Standar Keterbukaan Informasi Publik
Transformasi Digital,...
Transformasi Digital, Asabri Bangun Fondasi Keterbukaan Informasi Publik
Komitmen BRI Finance...
Komitmen BRI Finance Beri Keterbukaan Informasi Hasilkan Penghargaan
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
Masyarakat Takut Lihat...
Masyarakat Takut Lihat Informasi Hantavirus di Medsos, Legislator Jakarta: Pemerintah Harus Beri Edukasi
Rekomendasi
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Sambangi Yogyakarta, Cari Perempuan Berbakat dengan Kepedulian Sosial Tinggi
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved