Serap 1.000 Tenaga Kerja, Menperin: Pabrik AC Rp582 Miliar Mulai Dibangun

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 18:48 WIB
loading...
Serap 1.000 Tenaga Kerja, Menperin: Pabrik AC Rp582 Miliar Mulai Dibangun
Menperin, Agus Gumiwang mengapresiasi realisasi investasi PT. Sharp Electronics Indonesia (SEID) di Indonesia yang diproyeksikan berpotensi menyerap tenaga kerja sebanyak 1.000 orang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi realisasi investasi PT. Sharp Electronics Indonesia (SEID) di Indonesia. investasi tersebut diproyeksikan berpotensi menyerap tenaga kerja sebanyak 1.000 orang.

“Pada 24 Februari 2022 lalu, PT. Sharp Electronics Indonesia telah melakukan ground breaking tanda dimulainya pembangunan pabrik AC dengan nilai sebesar Rp582 miliar," kata Agus dalam keterangan pers, Sabtu (13/8/2022).

Baca Juga: Sharp Indonesia Serius Masuki Ranah Pasar Online

Sementara itu, kapasitas produksi fasilitas produksi AC tersebut direncanakan mencapai 1,2 juta unit per tahun dengan luas lahan sekitar 3,3 hektare.

"Kami mendapat informasi, bahwa per bulan Juli 2022, progres pembangunan pabrik AC Sharp Electronics Indonesia yang merupakan bagian dari Sharp Corporation telah mencapai 43,55%," ungkap Agus.

Agus menambahkan, realisasi investasi PT SEID juga merupakan salah satu upaya dalam rangka terus mendukung pendalaman struktur di sektor industri elektronika. “Sebagai upaya untuk mengurangi impor produk elektronika, pemerintah mendorong dilakukannya substitusi impor dan menjaga iklim usaha industri," ujarnya.

Baca Juga: Tarik Investasi, Menperin: Ada 135 Perusahaan Kawasan Industri dengan Luas 65.532 Hektare

Sejalan dengan investasi AC dari Sharp tersebut, Agus mengemukakan, bahwa Indonesia merupakan pasar yang besar bagi produk elektronika, termasuk AC untuk rumah tangga. Oleh karena itu, pihaknya akan terus memacu kinerja industri AC di Indonesia.

Langkah ini diyakini akan memperkuat struktur industri di dalam negeri sehingga bisa lebih berdaya saing dan mandiri. Dia melanjutkan, Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia dan lokasi geografis yang strategis, sehingga menjadikan sebuah penawaran dan potensi pasar yang menarik bagi pelaku industri elektronika global.

"Untuk itu, Indonesia sangat terbuka bagi investor-investor asing untuk datang dan melakukan produksinya di Tanah Air, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor,” pungkasnya.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1510 seconds (10.177#12.26)