Tarif Ojol Tinggi Bisa Bikin Transportasi Umum Makin Ditinggal
Rabu, 24 Agustus 2022 - 15:59 WIB
loading...
Kenaikan tarif ojol yang cukup tinggi 30% hingga 50% diyakini akan berdampak pada banyak hal. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kenaikan tarif ojek online (ojol) yang terlampau tinggi dinilai perlu dibahas kembali karena dampaknya yang diyakini cukup luas. Salah satunya, semakin menggerus minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum hingga kembali beralih ke kendaraan pribadi.
Direktur Center for Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) Yudo Anggoro menilai, saat ini ojek online sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas. Salah satunya, ojek online memiliki posisi sebagai angkutan pengumpan (feeder) yang cukup vital bagi masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum seperti kereta dan bus.
Baca Juga: Bebani Konsumen dan UMKM, Rencana Kenaikan Tarif Ojol Perlu Dipertimbangkan
"Ojek online ini menawarkan kepraktisan dan kemudahan, sesuatu yang yang tidak ditawarkan oleh moda transportasi lain. Kalau tarif ojek online ini benar-benar naik, dikhawatirkan banyak orang akan beralih menggunakan kendaraan pribadi," ungkap Yudo dalam keterangannya, Rabu (24/8/2022).
Keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menaikkan tarif ojek online antara 30% hingga 50% menurutnya akan berdampak luas. Salah satunya, permintaan masyarakat terhadap ojek online berpotensi mengalami penurunan yang signifikan. Sebagai gantinya, masyarakat akan kembali memilih beralih ke kendaraan pribadi. Hal ini, lanjut Yudo, akan memunculkan masalah-masalah baru seperti kemacetan, peningkatan emisi karbon, bahkan menambah beban pengeluaran masyarakat.
Direktur Center for Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) Yudo Anggoro menilai, saat ini ojek online sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas. Salah satunya, ojek online memiliki posisi sebagai angkutan pengumpan (feeder) yang cukup vital bagi masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum seperti kereta dan bus.
Baca Juga: Bebani Konsumen dan UMKM, Rencana Kenaikan Tarif Ojol Perlu Dipertimbangkan
"Ojek online ini menawarkan kepraktisan dan kemudahan, sesuatu yang yang tidak ditawarkan oleh moda transportasi lain. Kalau tarif ojek online ini benar-benar naik, dikhawatirkan banyak orang akan beralih menggunakan kendaraan pribadi," ungkap Yudo dalam keterangannya, Rabu (24/8/2022).
Keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menaikkan tarif ojek online antara 30% hingga 50% menurutnya akan berdampak luas. Salah satunya, permintaan masyarakat terhadap ojek online berpotensi mengalami penurunan yang signifikan. Sebagai gantinya, masyarakat akan kembali memilih beralih ke kendaraan pribadi. Hal ini, lanjut Yudo, akan memunculkan masalah-masalah baru seperti kemacetan, peningkatan emisi karbon, bahkan menambah beban pengeluaran masyarakat.
Lihat Juga :