Tulang Punggung Ekonomi RI, Kelas Menengah Bertahan Hidup dari Makan Tabungan
Jum'at, 21 Februari 2025 - 15:00 WIB
loading...
Kelas menengah masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun di tengah ketidakpastian ekonomi, ada perubahan perilaku finansial yang memaksa kelas menengah bertahan hidup dengan makan tabungan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Dijiwandono mengungkapkan, kelas menengah masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia . Pasalnya lebih dari 70% konsumsi berasal dari kelas menengah .
Namun di tengah ketidakpastian ekonomi, ada perubahan perilaku finansial kelas menengah. Hal ini diungkap dalam survei Katadata Insight Center (KIC) dengan tema Kelas Menengah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi.
Baca Juga: Kejatuhan Kelas Menengah Indonesia, Makan Tabungan Jadi Pertanda
Sebanyak 70% responden melakukan perencanaan keuangan. Satu dari dua responden memisahkan anggaran untuk tagihan dan keperluan harian. Selain itu lebih dari 40% responden mencatat pengeluarannya.
“Perilaku positif juga tercermin saat kelas menengah mengalami pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Mayoritas responden (76,3 persen) memilih untuk menggunakan tabungan alias makan tabungan untuk bertahan hidup,” kata Direktur Riset KIC, Gundy Cahyadi di dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE)
Ini artinya hanya sebagian kecil yang memilih opsi-opsi pinjaman berbunga (masing-masing kurang dari 15%). Perilaku ini menunjukkan pengelolaan keuangan yang tergolong baik, lantaran mereka cenderung menghindari utang dan lebih mengandalkan cadangan keuangan pribadi untuk bertahan hidup.
“Kelas menengah mengalokasikan 19,3 persen penghasilan untuk tabungan. Sebagian besar berencana menggunakan tabungan ini sebagai dana darurat,” tutur Gundy.
Namun di tengah ketidakpastian ekonomi, ada perubahan perilaku finansial kelas menengah. Hal ini diungkap dalam survei Katadata Insight Center (KIC) dengan tema Kelas Menengah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi.
Baca Juga: Kejatuhan Kelas Menengah Indonesia, Makan Tabungan Jadi Pertanda
Sebanyak 70% responden melakukan perencanaan keuangan. Satu dari dua responden memisahkan anggaran untuk tagihan dan keperluan harian. Selain itu lebih dari 40% responden mencatat pengeluarannya.
“Perilaku positif juga tercermin saat kelas menengah mengalami pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Mayoritas responden (76,3 persen) memilih untuk menggunakan tabungan alias makan tabungan untuk bertahan hidup,” kata Direktur Riset KIC, Gundy Cahyadi di dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE)
Ini artinya hanya sebagian kecil yang memilih opsi-opsi pinjaman berbunga (masing-masing kurang dari 15%). Perilaku ini menunjukkan pengelolaan keuangan yang tergolong baik, lantaran mereka cenderung menghindari utang dan lebih mengandalkan cadangan keuangan pribadi untuk bertahan hidup.
“Kelas menengah mengalokasikan 19,3 persen penghasilan untuk tabungan. Sebagian besar berencana menggunakan tabungan ini sebagai dana darurat,” tutur Gundy.
Lihat Juga :