Pekerja Asing Dipastikan Tak Terlibat Bangun Infrastruktur IKN Nusantara

Minggu, 28 Agustus 2022 - 12:26 WIB
loading...
Pekerja Asing Dipastikan Tak Terlibat Bangun Infrastruktur IKN Nusantara
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan, hingga saat ini pekerja asing tidak terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto/Dok
A A A
BALIKPAPAN - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan, hingga saat ini pekerja asing tidak terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) .

Baca Juga: Pembangunan IKN Nusantara Tahun 2022 Membutuhkan 30 Ribu Pekerja

Diketahui, pembangunan berbagai infrastruktur pendukung IKN yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) itu terus berlanjut. IKN ditargetkan menggantikan posisi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota baru pada 2024 mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR, Mochammad Zainal Fatah mengungkapkan, hingga 2024 mendatang, lebih dari 250.000 tenaga kerja dibutuhkan untuk mewujudkan IKN yang dirancang menjadi kota rimba dengan pelayanan kelas dunia itu.

"Hingga akhir 2022, kita membutuhkan sekitar 9.300 tenaga kerja yang terbagi dalam lima angkatan dan hingga 2024 mendatang, kita membutuhkan lebih dari 250.000 tenaga kerja (untuk membangun infrastruktur IKN)," ungkap Fatah seusai membuka Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Kontruksi (TKK) untuk Penyiapan Pembangunan Infrastruktur IKN di Bendungan Sepaku Semoi, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (27/8/2022).

Dalam kesempatan itu, Fatah menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada pekerja asing yang terlibat dalam pembangunan insfrastruktur IKN. Dia menyatakan bahwa dari 1.535 pekerja angkatan pertama 2022 yang menjalani pelatihan didominasi warga lokal.

"Sampai sekarang, asing tidak ada," tegas Fatah.

Bahkan, Fatah kembali menegaskan bahwa dari 250.000 lebih tenaga kerja yang dibutuhkan hingga 2024 mendatang, pihaknya akan tetap memprioritaskan pekerja-pekerja lokal.

"Prioritas lokal pasti karena kan biaya mobilisasi juga besar," ujarnya.

Fatah juga mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja hingga akhir 2022 nanti, pihaknya akan membuka pendaftaran tenaga kerja IKN melalui website, termasuk media sosial (medsos).
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1454 seconds (11.252#12.26)