Menkop Teten: 1 Juta Pengusaha Baru Syarat RI Jadi Negara Maju

Rabu, 28 September 2022 - 21:49 WIB
loading...
Menkop Teten: 1 Juta Pengusaha Baru Syarat RI Jadi Negara Maju
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Dan Menengah Teten Masduki dalam acara Rakornas Indonesia Creative Cities Network (ICCN), di Gedung iNews, Jakarta. Rabu (28/9/2022).
A A A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki terus mendorong penciptaan 1 juta pengusaha baru hingga 2024 mendatang. Hal itu merupakan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita mendapatkan tugas dari Presiden Jokowi hingga 2024 untuk bisa mencetak 1 juta pengusaha baru di Indonesia," ujar Teten usai menghadiri Rakornas ICCN, Rabu (28/9/2022).

Baca Juga: Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif, MNC Group Siap Berpartner dengan ICCN

Teten mengatakan, penciptaan 1 juta pengusaha baru merupakan salah satu syarat menjadi negara maju. Pemerintah mendorong mencetak pengusaha hingga mempunyai brand sendiri untuk dijual.

Pihaknya ingin menggandeng mereka untuk sama-sama menyiapkan sekitar 1 juta wirausaha baru. "Kita sedang targetkan di 2024 itu persentase kewirausahaan kita naik dari 3,14% menjadi 3,95%," jelasnya.

Menurut dia rasio pengusaha pada jumlah penduduk merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045 atau persisi 100 tahun Indonesia merdeka. "Kita punya potensi untuk menjadi negara maju, dan salah satu syaratnya minimum 4% dari populasi itu merupakan entrepreneur," jelasnya.

Mewujudkan hal tersebut, dia mangatakan pentingnya inkubasi bisnis dan akses pembiayaan untuk mengakselerasi penciptaan 1 juta Wirausaha baru hingga 2024. "Ini yang secara bersamaan ekosistemnya kita akan kembangkan, karena ini harus melibatkan para inkubator, terintegrasi dengan pembiayaan, terintegrasi dengan pasar supaya akselerasinya bisa lebih cepat," sambungnya.

Baca Juga: ICCN Akan Berbagi Ilmu Cara Menyulap Tempat Terbengkalai Menjadi Berguna

Selan itu, dia juga mengharapkan para pengusaha mempunyai brand masing-masing. Hal tersebut menjadi identitas sebuah produk dan nilai tambah. "Karena bisnis itu tidak serta-merta menjual produknya saja, tetapi brand value harus kita dapat, kalau brand sudah dapat nanti bisnisnya jadi bisnis brand kopinya dari mana brandnya milik dia (pemilik brand), kira-kira seperti itu," pungkasnya.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1419 seconds (11.97#12.26)