Gangguan Ginjal Akut Misterius Makin Masif, YLKI: Semua Harus Bertanggung Jawab
Minggu, 23 Oktober 2022 - 16:51 WIB
loading...
Kasus gagal ginjal pada anak yang terus bertambah, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak usut tuntas kasus tersebut dari dari hulu hingga hilir. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kasus gagal ginjal pada anak yang terus bertambah, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan, pemerintah perlu mengusut tuntas kasus tersebut dari dari hulu hingga hilir. Baik dari pasokan bahan baku obat, proses produksi, hingga ke pemasarannya.
"Kasus masif ini membuktikan bahwa mekanisme pengawasan (regular inspection) pada aspek pre market control dan post market control yang dilakukan Badan POM tidak efektif," ungkap Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam keterangan pers, Minggu (23/10/3022)
Dia menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu mengevaluasi kinerja Badan POM dalam hal pengawasan dan kebijakannya. Baca Juga: Dinkes Jakarta Sisir Data Kasus Gagal Ginjal Akut
Selain itu, perlu dilakukan pengawasan terhadap produsen dalam proses produksinya, sebab proses pembuatan obat mestinya mengacu pada aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
"Terjadinya cemaran itu juga membuktikan bahwa quality control di internal manajemen produsen obat tidak dilakukan," katanya.
"Kasus masif ini membuktikan bahwa mekanisme pengawasan (regular inspection) pada aspek pre market control dan post market control yang dilakukan Badan POM tidak efektif," ungkap Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam keterangan pers, Minggu (23/10/3022)
Dia menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu mengevaluasi kinerja Badan POM dalam hal pengawasan dan kebijakannya. Baca Juga: Dinkes Jakarta Sisir Data Kasus Gagal Ginjal Akut
Selain itu, perlu dilakukan pengawasan terhadap produsen dalam proses produksinya, sebab proses pembuatan obat mestinya mengacu pada aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
"Terjadinya cemaran itu juga membuktikan bahwa quality control di internal manajemen produsen obat tidak dilakukan," katanya.
Lihat Juga :