Pasar Kerja Mulai Pulih, Angka Pengangguran Turun ke 5,86%

Sabtu, 12 November 2022 - 07:27 WIB
loading...
Pasar Kerja Mulai Pulih, Angka Pengangguran Turun ke 5,86%
Angka pengangguran terbuka turun ke 5,86%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik 2022 menunjukkan, angka pengangguran terbuka Indonesia turun menjadi 5,86% dari sebelumnya 6,2%.

Baca juga: Siap-siap! Pak Pos Sambangi Rumah Bawa BLT Gaji

"Saya ambil data Sakernas BPS tahun 2022, jumlah angkatan kerja kita 143,72 juta, 135,3 juta orang merupakan penduduk yang bekerja. Pengangguran terbuka kita turun menjadi 5,86% yang sebelumnya itu 6,2%," kata Menaker Ida dalam acara Rembuk Nasional Kegiatan Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan tahun 2022 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Menaker juga menerangkan bahwa kondisi pasar kerja sudah masuk fase pemulihan pada tahun 2022 karena terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja yang bekerja sebanyak 4,2 juta orang. Namun ia juga mengungkapkan bahwa ada distorsi pasar kerja yang terjadi yang disebabkan oleh beberapa faktor pendorong.

"Pandemi Covid-19 yang terjadi secara merata di seluruh dunia memiliki dampak multiplier effect di semua lini sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan," terang Menaker.

Selain itu, kondisi bonus demografi yang saat ini sedang dihadapi oleh Indonesia sehingga terjadi pertumbuhan jumlah angkatan kerja antara 2 hingga 3 juta orang setiap tahunnya.

"Laju pertumbuhan angkatan kerja ini menjadi tantangan bagi kita untuk menekan pertumbuhan tingkat pengangguran seiring bertambahnya angkatan kerja usia produktif setiap tahunnya," tambah Menaker.

Distorsi yang terakhir menurutnya adalah angka penempatan yang masih belum maksimal dikarenakan terjadinya missmatch antara ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia industri.

Baca juga: Dimutasi dan Promosi Bintang, Ini Deretan Tanda Kehormatan Marsma TNI Jorry Soleman Koloay

"Banyak lulusan dunia pendidikan baik formal maupun informal masih sulit untuk memasuki dunia kerja dikarenakan keterampilan kerja yang dimiliki masih belum memenuhi kebutuhan yang ada di pasar kerja," pungkasnya.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2526 seconds (10.177#12.26)