3 Penyebab Inflasi Global Saat Ini, Nomor 2 Paling Banyak Disebut

Senin, 14 November 2022 - 13:34 WIB
loading...
3 Penyebab Inflasi Global...
Pasokan gas terganggu akibat perang Rusia-Ukraina sehingga menciptakan inflasi di sejumlah negara. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Inflasi menjadi fokus dunia saat ini. Gara-gara inflasi stabilitas ekonomi bahkan politik sebuah negara bisa terganggu.

Baca juga: Di Forum G20, Sri Mulyani Ungkap Strategi Indonesia Redam Inflasi Global

Bayangkan jika harga makanan pokok melesat tinggi sehingga banyak masyarakat, terutama kalangan bawah, tak akan mampu membeli. Kalau sudah seperti itu, maka bisa mengganggu stabilitas keamanan.

Inflasi juga bisa mengganggu sektor keuangan. Inflasi yang tinggi akan membuat bank sentral menaikkan suku bunganya, yang kemudian diikuti oleh perbankan dengan menaikkan bunga kredit. Bunga kredit yang naik atau semakin tinggi bisa menggangu kemampuan nasabah mencicil utangnya sehingga bisa menimbulkan kredit macet, bahkan membuat bank kolaps.

Secara sederhana, inflasi adalah kenaikan harga jasa dan barang yang terjadi secara terus-menerus sehingga menyebabkan nilai mata uang dan tingkat beli masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.

Inflasi dapat dikatakan masih tahap ringan apabila persentasenya hanya mencapai 10%. Sementara untuk tingkat inflasi sedang mencapai 10 hingga 30 persen dan yang terberat pada 30 hingga 100% setiap tahun. Apabila inflasi sudah melewati 100% maka disebut hiperinflasi.

Saat ini inflasi tengah melanda sejumlah negara. Turki misalnya, yang didera inflasi hingga 83,45% per September 2022. Angka itu tertinggi sejak 24 tahun terakhir. Amerika juga tak luput dari terjangan inflasi, yang sempat berada di atas 8% meski saat ini sudah turun ke 7,7%.

Di negara-negara dunia ketiga, inflasi malah lebih tinggi lagi, bisa melebihi 100%. Lebanon, Sudan, Zimbabwe, Venezuela, dan Suriah adalah negara-negara yang mengalami inflasi di atas 100%, bahkan ada yang menyentuh 200% (Lebanon).

Banyak penyebab inflasi yang terjadi di dunia, namun saat ini perang Rusia dan Ukraina menjadi paling banyak disebut sebagai penyebab inflasi. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sebagian penyebab inflasi yang terjadi di dunia.

1. Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun silam di seluruh dunia menyebabkan banyak negara melakukan penguncian (lockdown), yang berakibat pengurangan aktivitas pekerjaan produksi. Setelah pandemi mereda dan negara-negara mulai terbuka, terjadi lonjakan permintaan barang. Sayangnya, tingginya permintaan tak bisa diimbangi oleh pasokan barang karena belum normalnya produksi akibat pandemi.

2. Konflik Rusia dan Ukraina

Konflik Rusia dan Ukraina sejak februari 2022 lalu ikut menjadi penyebab terjadinya inflasi global. Perang tersebut membuat harga energi, terutama gas, yang sangat dibutuhkan untuk industri menjadi tinggi. Ditambah lagi, pasokannya yang tersendat karena sanksi ekonomi yang dijatuhkan Rusia.

Perang Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan krisis pasokan gas membuat sejumlah harga komoditas menjadi naik, seperti batu bara. Kenaikan harga komoditas itu akhirnya merembet ke sektor yang lain.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Cristiano Ronaldo: Benci Ten Haag, Merasa MU Berkhianat

3. Kenaikan harga minyak dunia

Buat negara net importir minyak, harga emas cair itu memang kerap menjadi langganan penyebab inflasi, termasuk Indonesia. Pasalnya, bahan bakar minyak masih menjadi darah bagi perekonomian sejumlah negara, terutama untuk distribusi barang dan orang. Kenaikan harga BBM akan membuat ongkos logistik dan angkutan naik sehingga harga barang-barang juga terkerek.

Ni Made Susilawati

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
3 Penyebab Arab Saudi...
3 Penyebab Arab Saudi Membela Israel saat Diserang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved