Orang Nomor 2 Terkaya di Australia Siap Patungan Rp387 Triliun untuk Bangun Ukraina

Jum'at, 18 November 2022 - 10:05 WIB
loading...
Orang Nomor 2 Terkaya di Australia Siap Patungan Rp387 Triliun untuk Bangun Ukraina
Triliuner pertambangan asal Australia, Andrew Forrest. Foto/bbc
A A A
JAKARTA - Triliuner pertambangan Australia Andrew Forrest telah meluncurkan penggalangan dana yang diharapkan setidaknya mencapai USD25 miliar (Rp387,5 triliun/kurs Rp15.500) untuk membantu membangun kembali Ukraina yang luluh lantak diterjang perang. Forrest dan istrinya sendiri telah berkomitmen menyalurkan USD500 juta (Rp7,7 triliun) untuk dana tersebut.

Baca juga: Sempat Keukeuh Salahkan Rusia, Zelensky Kini Mengaku Tidak Tahu Soal Insiden Rudal Nyasar

Penggalangan dana itu pada akhirnya diharapkan mampu menembus angka USD100 miliar. Dana itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur utama seperti energi dan jaringan telekomunikasi.

Presiden Zelensky menyambut baik langkah tersebut. "Kami akan memanfaatkan fakta bahwa semua yang telah dihancurkan Rusia dapat dengan mudah diganti dengan infrastruktur hijau dan digital terbaru yang paling modern," kata Zelensky, dikutip dari BBC, Jumat (18/11/2022).

Sejak mulai mengerjakan penggalangan dana investasi pada awal Maret, Forrest mengatakan telah mendiskusikan rencana tersebut dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris saat itu Boris Johnson, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

"Presiden (Zelensky) melihat sebagai kesempatan untuk sepenuhnya mengganti pembangkit listrik tenaga batu bara (dan) nuklir lama dengan energi hijau baru. Modal itu akan tersedia segera setelah pasukan Rusia disingkirkan dari tanah air Ukraina," kata Forrest kepada BBC.

Forrest adalah salah satu orang terkaya di dunia. Forbes melaporkan kekayaannya mencapai USD17,4 miliar. Sementara berdasarkan laporan ceoworld.biz Andrew merupakan orang terkaya kedua di Australia dengan harta USD18,1 miliar.

Dia memperoleh kekayaannya dari ledakan pertambangan Australia. Forrest adalah pendiri dan ketua eksekutif raksasa bijih besi Fortescue Metals.

Baca juga: KTT G20 Selesai, Luhut Ungkap PR yang Harus Dituntaskan

Dalam beberapa tahun terakhir dia mengalihkan perhatiannya ke teknologi berkelanjutan, dengan inisiatif untuk mendekarbonisasi operasi pertambangannya dan menjadi produsen utama hidrogen hijau.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2267 seconds (10.55#12.26)