Jalan Terjal Bisnis Transportasi di Tengah Pandemi

Jum'at, 10 Juli 2020 - 10:10 WIB
loading...
A A A
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, 90% pendapatan Garuda amblas. Dengan segala upaya maskapai pelat merah ini bertahan untuk bisa beroperasi walaupun hanya sekitar 10% pesawatnya yang terbang. Sementara 70% dari jumlah pesawatnya dikandangkan.

“Mayoritas penerbangan itu load factor-nya di bawah 50%. Ini impact-nya sangat berat, bukan hanya bagi Garuda Indonesia, namun juga maskapai lain di dalam negeri,” ucapnya.

Hampir semua maskapai bertahan dengan sisa tenaga yang ada. Implikasinya, banyak karyawannya pun dirumahkan. Gaji direktur juga harus rela dipotong. (Baca juga: Wahai Para Pemilik Bank, Saatnya Menunjukkan Komitmen)

Maskapai AirAsia Indonesia misalnya mengaku pemotongan gaji tetap diterapkan, termasuk merumahkan karyawan. “Ya, kita ada potong gaji di level direktur, termasuk merumahkan karyawan sampai situasi dan kondisi normal kembali, tepatnya ketika pengoperasian penuh mulai berlaku,” kata Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga.

Kendati demikian, AirAsia Indonesia tetap memberikan layanan kepastian penerbangan kepada calon penumpangnya dengan meniadakan biaya tambahan pada perubahan jadwal penerbangan yang dipesan sejak Juni dan berlaku hingga September 2020. Sementara bagi maskapai Lion Air, cara bertahan dilakukan dengan menghentikan operasional penerbangannya untuk sementara waktu hingga pembukaan penerbangan pada pertengahan Juni 2020. (Lihat videonya: Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya)

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, semua sektor transportasi terdampak pandemi Covid-19. Namun, pemerintah juga berupaya memberikan yang terbaik melalui relaksasi dan dana talangan.

Beberapa di antaranya BUMN transportasi yang mendapat dana talangan, yakni PT KAI dan Garuda Indonesia. “Barangkali karena pemerintah melihat sektor ini sangat padat karya dan padat modal di mana masyarakat sangat bergantung pada mobilitas dua moda transportasi ini,” ucapnya.

Dia berharap pemerintah juga memberikan relaksasi pada sektor transportasi lain seperti angkutan bus (darat) maupun angkutan laut. Alasannya, di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19, sulit mengatur supply and demand selama pembatasan kapasitas dan penerapan protokol masih berjalan. “Protokol boleh berjalan, tapi jangan justru membebani masyarakat yang pada akhirnya memukul industri ini,” pungkasnya. (Ichsan Amin)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
106.474 Wisman Berangkat...
106.474 Wisman Berangkat dari 222 Stasiun di Luar 10 Terbesar, Perjalanan dengan KA Semakin Tersebar
Lowongan Kerja KAI Services...
Lowongan Kerja KAI Services 2026 Dibuka, Lulusan SMA Segera Daftar
Pramono Minta Tarif...
Pramono Minta Tarif LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Terjangkau Masyarakat
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved