Kembali Produktif, Wamen Angela Ajak Pelaku Wisata Patuhi Protokol Kesehatan
Jum'at, 10 Juli 2020 - 13:28 WIB
loading...
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo. FOTO/Dok/Kemenparekraf.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif kembali produktif secara aman dengan menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang ketat dapat menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan aktivitas produktif dengan cara yang aman serta berdampak positif dalam membangun kembali kepercayaan wisatawan domestik dan mancanegara.
"Pandemi covid-19 mendorong munculnya era adaptasi kebiasaan baru dimana terjadi perubahan kebiasaan masyarakat, seperti menggunakan masker, jaga jarak, tidak berjabat tangan, serta menggunakan teknologi untuk menghindari terjadinya kerumunan," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat (10/7/2020).
Baca Juga: Wamenparekraf: Membangun Kepercayaan Kunci Percepatan Pemulihan Pariwisata
Menurut dia dibutuhkan kedisiplinan untuk menjalankan protokol kesehatan dan dibutuhkan kerja sama erat dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota dan asosiasi guna mengawasi penerapannya agar usaha sektor parekraf tidak menjadi titik penyebaran Covid-19 yang baru. Saat ini, Kemenparekraf/Baparekraf sedang berproses menyusun sejumlah panduan protokol kesehatan secara teknis berupa handbook untuk hotel, restoran dan rumah makan, daya tarik wisata, homestay, Spa, usaha perjalanan wisata, kegiatan wisata minat husus, MICE dan event, serta ekonomi kreatif.
"Panduan teknis ini dibuat dengan memerhatikan indikator kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan," jelasnya.
"Pandemi covid-19 mendorong munculnya era adaptasi kebiasaan baru dimana terjadi perubahan kebiasaan masyarakat, seperti menggunakan masker, jaga jarak, tidak berjabat tangan, serta menggunakan teknologi untuk menghindari terjadinya kerumunan," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat (10/7/2020).
Baca Juga: Wamenparekraf: Membangun Kepercayaan Kunci Percepatan Pemulihan Pariwisata
Menurut dia dibutuhkan kedisiplinan untuk menjalankan protokol kesehatan dan dibutuhkan kerja sama erat dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota dan asosiasi guna mengawasi penerapannya agar usaha sektor parekraf tidak menjadi titik penyebaran Covid-19 yang baru. Saat ini, Kemenparekraf/Baparekraf sedang berproses menyusun sejumlah panduan protokol kesehatan secara teknis berupa handbook untuk hotel, restoran dan rumah makan, daya tarik wisata, homestay, Spa, usaha perjalanan wisata, kegiatan wisata minat husus, MICE dan event, serta ekonomi kreatif.
"Panduan teknis ini dibuat dengan memerhatikan indikator kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan," jelasnya.
Lihat Juga :