Apa Saja Manfaat dari Perjanjian Dagang IA-CEPA, Ini Rinciannya

Jum'at, 10 Juli 2020 - 21:30 WIB
loading...
Apa Saja Manfaat dari...
Kemendag menyatakan bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA) memiliki cakupan manfaat yang cukup luas. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA) memiliki cakupan manfaat yang cukup luas. Ia meyakini bahwa manfaat tersebut akan membuat ekonomi Indonesia semakin kuat.

"Cakupan IA-CEPA yang komperhensif ini memberikan manfaat bagi ekonomi Indonesia," kata Agus di Kemendag, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

(Baca Juga: IA-Cepa Berlaku, Mendag Pastikan Bea Masuk Dihapus )

Ia menyatakan, manfaat pertama dari perjanjian ini yaitu memberikan akses barang dan jasa. Dalam hal barang IA-CEPA memberikan kemudahan biaya masuk, sehingga seluruh produk Indonesia yang masuk ke pasar Australia akan menikmati tarif 0 persen.

"Sementara pada perdagangan jasa, perjanjian memfasilitasi perpindahan orang mengenai jasa-jasa profesional Indonesia," tambah Agus.

Manfaat kedua, adanya Investasi yang sifatnya jangka panjang. Indonesia, kata Agus, tidak bisa hanya mengandalkan pendanaan dari dalam negeri untuk mendorong perekonomian, namun perlu investasi dari negara lain.

"Melalui IA-CEPA, Australia menunjukkan keseriusannya untuk berinvestasi di Indonesia. Jika investasi maju maka perdagangan juga ikut maju, begitu pula sebaliknya," terangnya.

(Baca Juga: IA-CEPA Bikin Ekspor Jauh Lebih Menguntungkan )

Ketiga, manfaat pembangunan sumber daya manusia, sama sifatnya dengan investasi jangka panjang. "IA-CEPA dapat membawa SDM Indonesia menjadi ahli dan terampil dalam bidang industri. SDM yang unggul dapat membuat perekonomian menjadi kuat," ujarnya.

Manfaat keempat, adanya konsep economic powerhouse. Konsep ini merupakan kolaborasi dengan manfaatkan keunggulan negara masing-masing, untuk menyasar kawasan di negara ketiga.

Ia mencontohkan, makanan olahan daging. Impor daging dari Australia yang kemudian dikemas oleh Indonesia, dan diekspor ke timur. Hal ini membuat biaya produksi menjadi lebih rendah sehingga bisa bersaing di pasar global.

"Semua manfaat ini saling mendukung satu sama lain dan di sinilah esensi IA-CEPA. Bukan hanya bicara soal ekspor, tapi juga dorong roda ekonomi semakin kokoh," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4.000 Tenaga Kerja Terampil...
4.000 Tenaga Kerja Terampil Ditargetkan Didukung Ekosistem Vokasi Industri
Rilis Buku, Zulkifli...
Rilis Buku, Zulkifli Hasan Beberkan Setahun Pencapaian Sebagai Mendag
Ditanyai Soal Demo Pedagang...
Ditanyai Soal Demo Pedagang Thrifting, Mendag Zulhas Malah Nyelonong
Indonesia Harus Manfaatkan...
Indonesia Harus Manfaatkan Banyak Peluang lewat IA-CEPA
Maksimalkan Perjanjian...
Maksimalkan Perjanjian Dagang RI-Australia, Kemendag Gelar Forum Bisnis di Ajang TEI 2022
TEI 2022 Digelar hingga...
TEI 2022 Digelar hingga 19 Desember, Kemendag Optimistis Target Transaksi Rp154 T Tercapai
Program Tol Laut, Pemerintah...
Program Tol Laut, Pemerintah Diminta Pertegas Fungsi Dinas Perdagangan Daerah
Ribuan Pelaku Usaha...
Ribuan Pelaku Usaha Ikuti Pameran TEI 2025 di BSD City, Tangerang
KNCI Desak Pemerintah...
KNCI Desak Pemerintah Beri Solusi Terkait Masalah Usaha Outlet Server Pulsa
Rekomendasi
18 Gol, 6 Piala Dunia:...
18 Gol, 6 Piala Dunia: Messi Bikin Klose Angkat Topi
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved