alexametrics

BKPM Saat Ini Ikut Garap Investasi Sektor UMKM

loading...
BKPM Saat Ini Ikut Garap Investasi Sektor UMKM
Bahlil mengatakan, untuk membangkitkan kembali perekonomian tidak hanya berasal dari investasi dalam skala besar. Namun juga investasi skala kecil, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebutkan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya penurunan di sektor ekonomi. Oleh karena itu, melalui investasi juga harus segera ditemukan momentum yang tepat untuk bisa menyelesaikan krisis.

(Baca Juga: Jokowi Minta Percepat Stimulus, Jangan Tunggu UMKM Mati Baru Dibantu)

Bahlil mengatakan, untuk membangkitkan kembali perekonomian tidak hanya berasal dari investasi dalam skala besar. Namun juga investasi skala kecil, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Investasi yang saya maksud tidak hanya investasi yang besar-besar, bukan hanya investasi asing, sekarang BKPM juga sudah masuk investasi termasuk UMKM. Dari dulu ada tiga yang ga boleh masuk pembayaran BKPM, hulu migas, sektor perbankan dan UMKM," ujar Bahlil dalam acara launching buku Indef secara virtual, Senin (13/7/2020).



Terkait masuknya sektor UMKM ke BKPM, Bahlil menjelaskan, hal ini untuk membuktikan bahwa negara hadir untuk seluruh sektor usaha, baik usaha dalam skala besar maupun usaha dalam skala kecil. Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar kebijakan stimulus ekonomi yang dikeluarkan pemerintah segera direalisasikan. Terutama untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

(Baca Juga: Pelaku UMKM Harus Go Digital, atau Malah Tertinggal)



"Bahkan yang kecil-kecil ini punya kontribusi yang besar, berkontribusi ke ekonomi kita kurang lebih sekitar 60 persen, kontribusi lapangan kerja 115-120 juta. Justru dengan kondisi krisis begini, UMKM harus dikedepankan," kata dia.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top