Nasihat Bahlil ke Mahasiswa Harvard: Jangan Serahkan Kekuasaan kepada Orang Tak Bertanggung Jawab
Selasa, 10 Januari 2023 - 21:35 WIB
loading...
Menteri Investasi atau Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia berbagi pandangan dengan 50 mahasiswa Harvard University, soal pilihan berkarir di bidang pemerintahan atau menjadi pengusaha. Foto/Dok Instagram
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia memberikan nasihat sekaligus motivasi kepada 50 mahasiswa program pascasarjana Harvard University yang berkunjung ke kantor Kementerian Investasi/BKPM.
Baca Juga: Krisis Global di Depan Mata, Bahlil Pikul Beban Berat Cari Investasi Rp1.400 Triliun
Bahlil menyampaikan pandangan tentang pilihan berkarir di bidang pemerintahan atau menjadi pengusaha. Diterangkan olehnya, baik menjadi pengusaha atau menjadi menteri, keduanya memiliki tanggung jawab dan tantangan masing-masing.
"Pengusaha jadi orang yang merdeka, kalau jadi pengusaha waktu tidur tidak ada yang mengatur. Tetapi ketika menjadi menteri , saya diperintah oleh undang-undang dan aturan protokoler," ungkap Bahlil dalam keterangan tertulis, Selasa (10/1/2023).
Bahlil menegaskan, jika di antara mahasiswa ada yang ingin mengabdi kepada negara maka jadilah menteri. Karena di pemerintahan itu menurutnya bisa merumuskan kebijakan kesejahteraan.
Baca Juga: Krisis Global di Depan Mata, Bahlil Pikul Beban Berat Cari Investasi Rp1.400 Triliun
Bahlil menyampaikan pandangan tentang pilihan berkarir di bidang pemerintahan atau menjadi pengusaha. Diterangkan olehnya, baik menjadi pengusaha atau menjadi menteri, keduanya memiliki tanggung jawab dan tantangan masing-masing.
"Pengusaha jadi orang yang merdeka, kalau jadi pengusaha waktu tidur tidak ada yang mengatur. Tetapi ketika menjadi menteri , saya diperintah oleh undang-undang dan aturan protokoler," ungkap Bahlil dalam keterangan tertulis, Selasa (10/1/2023).
Bahlil menegaskan, jika di antara mahasiswa ada yang ingin mengabdi kepada negara maka jadilah menteri. Karena di pemerintahan itu menurutnya bisa merumuskan kebijakan kesejahteraan.
Lihat Juga :