6 Perusahaan Sektor Hulu Tekstil Keluhkan Impor Ilegal

Selasa, 13 Oktober 2015 - 18:27 WIB
6 Perusahaan Sektor...
6 Perusahaan Sektor Hulu Tekstil Keluhkan Impor Ilegal
A A A
JAKARTA - Upaya pemerintah untuk merangkul dunia usaha guna mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu, mulai direspons aktif oleh para pelaku usaha.

Hal ini ditandai dengan kehadiran enam perusahaan di sektor hulu industri tekstil yang mengeluhkan masalah impor ilegal ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan, akibat permasalahan impor ilegal ini, kurang lebih 945 tenaga kerja terancam dirumahkan sementara. Enam perusahaan tersebut terletak di beberapa lokasi di antaranya di Karawang, Tangerang, dan lainnya.

"Ini akan menjadi prioritas BKPM untuk memfasilitasi keluhan yang telah disampaikan kepada kami. Kami akan memfasilitasi pertemuan dengan Dirjen Bea Cukai dan nantinya dengan perwakilan perusahaan," ujar Franky seusai bertemu dengan enam perusahaan yang bergerak di bidang sektor hulu tekstil di kantor BKPM dalam rilisnya, Selasa (13/10/2015).

Dia mengemukakan, sebenarnya kebijakan paket ekonomi jilid III telah membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saingnya dan tetap menjaga operasional perusahaan. Meski demikian, ada problem-problem khusus yang juga membutuhkan penanganan secara lebih mendalam.

"Contohnya impor ilegal ini. Dengan masuknya produk-produk ilegal tersebut, maka perusahaan di sektor hilir akan memilih membeli produk ilegal tersebut karena harganya jauh lebih murah dari enam perusahaan tersebut," jelasnya.

Sebagian perusahaan telah menurunkan rata-rata 20% dari volume produksi akibat melemahnya permintaan lantaran tergerus produk impor dan membanjirnya impol ilegal yang mayoritas berasal dari China dan India.

Dari hitungan perwakilan perusahaan, perbedaan antara harga produk impor yang legal dan produksi mereka mencapai 20 sen. Apabila perbedaan harga bahan baku tersebut berkisar 5-10 sen maka produsen dalam negeri masih dapat bersaing.

"Jadi mereka menjelaskan, kalau perbedaannya sampai 20 sen, maka garmen lokal akan lebih milih impor, kalaupun dikasih jam malam diskon listrik hanya berkurang 5 sen, ditambah lagi tanpa WBP (Waktu Beban Puncak) diskon yang diberikan hanya dampak 8 sen," kata Franky.

Karena itu, beberapa usulan disampaikan oleh perwakilan perusahaan, di antaranya permohonan permintaan penambahan diskon listrik dari 30% menjadi 50%.

Selain itu beberapa pelaksana di tingkat daerah juga belum terinformasi dengan jelas mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah pusat untuk membantu kalangan dunia usaha untuk tetap menjaga operasional perusahaan dan memperkerjakan karyawannya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akar Masalah Industri...
Akar Masalah Industri Tekstil PHK Massal: Banjir Pakaian Impor, Ekspor Dijegal
Ekspor Tekstil Senilai...
Ekspor Tekstil Senilai USD 400 Ribu, PT Kewalram Diapresiasi Mendag Zulkifli
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Penindakan Impor Ilegal...
Penindakan Impor Ilegal Lemah, Pengusaha dan Pekerja Tekstil Teriak
Pelaku IKM Sektor Konveksi...
Pelaku IKM Sektor Konveksi Berharap Pemerintah Mencari Solusi Atas Kelangkaan Bahan Baku Tekstil.
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
36 menit yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
4 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
4 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved